Trending

Andi Arief: Setop maki dokter Terawan, dia orang baik

Politikus Partai Demokrat, Andi Arief meminta publik setop menghina Menteri Kesehatan, Dokter Terawan Agus Putranto, menyusul penanganan pandemi virus Corona atau Covid-19.

Sepak terjang Menteri Terawan jadi sorotan publik sejak Februari lalu, lantaran dianggap terlalu menganggap enteng virus Corona yang belum masuk di Indonesia. Sebelum virus asal Wuhan, China itu terdeteksi masuk di Indonesia, Terawan meminta publik untuk tak panik dan malah menantang kampus terkemuka, Universitas Harvard Amerika Serikat, untuk membuktikan Covid-19 ada di Indonesia atau tidak.

“Berhentilah memaki dokter Terawan. Dia yang saya kenal memang ceplas-ceplos apa adanya, selalu menenangkan pasien agar tak panik,” jelas Andi dalam cuitannya dikutip Selasa 24 Maret 2020.

Terawan makin menjadi sorotan saat awal-awal pasien positif Covid-19 Indonesia diumumkan ke publik awal Maret ini. Kesiapan Kementerian Kesehatan dan beberapa pernyataannya dinilai kurang cekatan atas Covid-19. Karena mendapat banyak sorotan itu lah, pemerintah akhirnya menunjuk Juru Bicara khusus Covid-19, Achmad Yurianto.

Andi menuturkan alasan kenapa publik sebaiknya setop memaki Dokter Terawan. Menurutnya, Terawan merupakan menteri yang tak punya ambisi yang bisa merugikan negara.

“Dia tak punya kepentingan pribadi, tidak ambil keuntungan bisnis apalagi mencari panggung politik dalam menangani corona. Dia orang baik sesungguhnya,” tulis dia.

Baca juga: Fatwa salat tanpa wudhu tayamum saat corona dibahas MUI

Postingan politikus Demokrat ini ramai dibahas dan diperbincangkan warganet.

Tak semua sepakat atau mengamini apa yang menjadi pandangan Andi Arief tersebut.

Frasa ‘orang baik’ yang Andi sematkan pada Dokter Terawan termasuk menjadi salah satu sorotan warganet.

Akun @lydraibrahim terus terang tak sepakat untuk membela Dokter Terawan. Akun ini menyooti ketidakmampuan Terawan menempatkan diri dalam berkomunikas pribadi dan komunikas publik sebagai menteri.

“‘Orang baik’ yang tidak punya kemampuan membedakan mana komunikasi privat 1-on-1 dgn pasien, mana komunikasi publik sebagai Menteri. ‘Orang baik’ yang tidak mampu berpikir & bertindak terstruktur dalam keadaan genting pandemi sebagai Menteri Kesehatan. Berhentilah membela yang tidak perlu dibela,” tulis akun @lydaibrahim membalas cuitan Andi Arief tersebut.

Warganet lainnya menilai untuk menjadi Menteri Kesehatan atau pejabat negara, kualifikasi orang baik tidaklah cukup. Seorang Menteri Kesehatan harus orang yang paham dan sigap dalam masalah kesehatan apalagi di masa krisis Covid-19.

“Tidak pas ditempatkan sebagai Menkes. Orang baik saja tidak cukup. Perlu orang yang kuasai sains kedokteran dan praktek lapangan,” tulis akun @jetsilvers.

Topik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close