Trending

Setya Novanto dibebaskan karena COVID-19?

Sebuah akun facebook bernama Komarudin Al Haz mengunggah tangkapan layar salah satu stasiun televisi yang menayangkan informasi tentang rencana pemerintah membebaskan napi seiring merebaknya pandemi COVID-19. Dalam tangkapan layar itu tertulis bahwa narapidana korupsi masuk dalam katagori napi yang akan mendapatkan pembebasan oleh pemerintah. Akun itu menyebut, Setya Novanto dibebaskan.

Tangkapan layar yang diunggah merupakan teleconference Komisi III DPR dengan Menkumham untuk membahas penanganan COVID-19 di Lapas pada Rabu, 1 April 2020 lalu.

Komarudin Al Haz menambahkan narasi tidak benar dalam unggahannya. Ia menulis: “Papa Setnov Masuk PENJARA 2018 DIBEBASIN 2020 padahal Vonisnya 15 tahun PENJARA Bahagia banget ya para KORUPTOR hidupnya di era Jokowi.”

Dari hasil penelusuran diketahui, tangkapan layar itu merupakan teleconference bersama Komisi III DPR Yasona Laoly. Dalam rapat itu, Yasona sempat mengusulkan merevisi PP 99/2012 tentang Syarat dan Tata Cara Pelaksanaan Hak Warga Binaan Pemasyarakatan mengatur pengetatan remisi bagi Terpidana Narkotika, Korupsi dan Terorisme.

Baca juga: Sama gawatnya dengan COVID-19, risiko radiasi nuklir Chernobyl

Usulan ditolak

Menteri Yasona mengatakan, akan membebaskan narapidana narkotika dengan syarat masa tahanan 5-10 tahun dan narapidana korupsi yang berusia di atas 60 tahun dan sudah menjalankan 2/3 dari masa tahanannya. Namun usulan tersebut ditolak Presiden Joko Widodo.

Dalam keterangannya pada media, Presiden memastikan napi koruptor tak termasuk dalam napi yang akan dibebaskan.

“Saya hanya ingin menyampaikan bahwa mengenai napi koruptor tidak pernah kita bicarakan dalam rapat-rapat kita. Jadi mengenai PP 99/2012 perlu saya sampaikan tidak ada revisi untuk ini,” tutur Jokowi dalam rapat, Senin 6 April 2020.

Setya Novanto adalah Mantan Ketua DPR yang divonis 15 tahun penjara karena terbukti melakukan korupsi proyek e-KTP tahun anggaran 2011-2013. Sebelumnya, rencana Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (MenkumHAM) Yasonna Laoly untuk membebaskan Napi koruptor karena wabah corona mendapat kecaman dari banyak pihak.

Indonesia Corruption Watch (ICW) dan Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) bahkan menilai wacana itu hanya akal-akalan.

Setya Novanto
Setya Novanto. Foto: Instagram @s.novanto

Dikutip dari KBR.id, Koordinator Divisi Korupsi Politik ICW Donal Fariz mengatakan Yasonna sengaja memanfaatkan Covid-19 sebagai alasan untuk merevisi PP Nomor 99 Tahun 2012 yang akan memudahkan napi korupsi bebas dari penjara.

“Kami melihat ini hanya menjadi akal-akalan, karena kalau corona alasannya, wacana yang disampaikan oleh Yasonna untuk merevisi PP 99 ini adalah wacana lama. Dalam catatan kami, sejak 2015 bahkan di awal pemerintahan Jokowi belum berumur 1 tahun, Yasonna Laoly sudah berkali-kali mencoba untuk melakukan upaya revisi PP 99. Bahkan di 2019 yang lalu, mau merevisi UU Pemasyarakatan,” kata Donal melalui video conference, Kamis, 2 April 2020.

Dari berbagai penelusuran itulah, unggahan akun facebook Komarudin Al Haz terbukti tak benar dan masuk dalam katagori konten yang salah. Setya Novanto dibebaskan karena COVID-19 merupakan berita bohong. (Reinardo Sinaga)

loading...
Topik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close