Trending

Siapa bekingan Gus Nur dan kenapa hobi maki-maki sih

Istri Gus Nur atau Sugi Nur Raharja membela suaminya dari berbagai serangan. Salah satunya soal narasi negatif Gus Nur adalah penceramah yang kasar omongannya. Si istri mengakui memang Gus Nur hobi maki-maki atau misuh-misuh sebab manusia ada sifat setan dan malaikat pada dirinya. Selain itu, istri Gus Nur juga bicara bekingan Gus Nur.

Namun demikian, istri Gus Nur menegaskan suaminya berucap kasar di depan jemaah bukan bertujuan butuk lho. Menurut si istri, Gus Nur berkata kasar hanya untuk mengatai ketidakadilan dan sejenisnya.

Baca juga: Tengku Zul: Dulu saya sering ceramah di BUMN, sekarang gak dibolehin

Kenapa hobi misuh-misuh

Gus Nur dipolisikan atas dugaan ujaran kebencian. Foto: Instagram
Gus Nur dipolisikan atas dugaan ujaran kebencian. Foto: Instagram

Dalam kanal Youtube New Munjiat Channel, istri Gus Nur mengungkapkan suaminya yang suka berkata kasar. Menurutnya, hal itu bukan tanpa sebab dan tujuan lho.

Si istri berdalih sebagai manusia, kadang suka kasar marah lantaran dalam diri manusia ada dua sifat yang bertentangan.

“Kalaupun kata-katanya kasar bloko suto (terus terang) misuh-misuh (memaki-maki), itu karena sifatnya manusia ada sifat setan dan malaikat. Tergantung kita mendekatkan diri kepada Allah, lebih condong ke setan atau malaikatnya,’ ujar istri Gus Nur dikutip dari Youtube New Munjiat Channel, Rabu 4 November 2020.

Si istri mengatakan memang ada kalanya Gus Nur memaki-maki dalam ceramahnya. Namun itu ditujukan untuk kebatilan dan satu catatannya makian tak dialamatkan ke pribadi.

“Ada kalanya Gus Nur misuh-misuh pada seuatau yang batil, ketidakadilan, sesuatu yang tak benar dan tidak kepada pribadi tapi organisasi. Organisasi bukan pribadi yang diserang herannnn…organisasinya,” ujarnya.

Bekingan Gus Nur

Pendakwah Gus Nur. Foto: Instagram @gusnur13official
Pendakwah Gus Nur. Foto: Instagram @gusnur13official

Dalam kanal Youtube tersebut si istri menegaskan Gus Nur tidak punya bekingan alias independen tidak ada yang membiayai dalam perjuangannya dakwah selama ini.

Kondisi Gus Nur beda dengan organisasi yang pastinya memiliki sokongan baik sumber daya material atau yang lainnya.

Makanya, menurut si istri, Gus Nur sudah bisa mandiri dan swadaya dalam membiayai pesantrennya.

“Gus Nur hanya independen, tak ada yang menyokong di belakangnya, ngomong sendiri, mikir sendiri akibatnya ditanggung sendiri. Tak ada kemungkinan Gus Nur disusupi pemikiran apa, mau disogok tak ada yang bayar, independen berdiri sendiri,” ujar si istri.

Dia membandingkan kondisinya dengan organisasi semacam NU yang mana banyak sokongan.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close