Trending

Singapura mulai ketakutan, ini sebab kasus corona di sana tiba-tiba meledak lagi

Singapura terancam diserbu kasus corona gelombang kedua. Negeri yang hanya sepelemparan batu dari Indonesia itu pun mulai dilanda kekhawatiran, sebab kasus di Singapura justru mengalami lonjakan, usai sebelumnya diklaim mereda.

Singapura sebelumnya dipandang sebagai salah satu negara model rujukan dalam menangani virus corona. Negeri itu dinilai piawai serta tanggap melindungi warganya, mulai dari mempertimbangkan pembatasan total atau lockdown, termasuk penutupan tempat kerja, dan sebagainya.

Baca Juga: Intelijen AS: Ternyata virus corona muncul secara alami, bukan dari lab China

Petugas medis RS Alexandra Singapura. Foto: Asiaone.
Petugas medis RS Alexandra Singapura. Foto: Asiaone.

Angka kasus corona di Singapura, termasuk jumlah kematiannya pun diacungi jempol oleh sejumlah pihak.

Namun kini semuanya seakan berubah, sebab angka kasus corona di sana tiba-tiba melejit naik. Atas hal ini, sejumlah pengamat kemudian mengatakan, apa yang dialami Singapura saat ini merupakan peringatan besar pada negara-negara lain untuk tetap waspada, bahkan ketika tampaknya mereka telah berada di puncak krisis.

Sebab Singapura tengah dihantui kasus gelombang kedua virus corona.

Berdasarkan laporan The Straits Times, disitat Kamis 16 April 2020, pada Rabu kemarin, 15 April 2020, Singapura mulai mencatatkan angka pecah rekor pada kasus harian tertinggi.

Dalam sehari saja, Departemen Kesehatan Singapura mengumumkan kasus baru corona di Singapura mencapai 447 orang.

Angka ini membawa Singapura ke jurang ketakutan, karena total kasus corona di sana kini mencapai 3.699 orang. Padahal, sebelumnya tren kasus corona di Singapura sudah sangat jauh menurun.

Petaka pekerja asing

Laporan menyebut, mulai tingginya kasus corona di Singapura terjadi usai ditemukannya banyak kasus baru di asrama-asrama pekerja asing. Dalam satu asrama saja, bisa ditemukan kasus hingga 40.

Pihak berwenang langsung bergegas mengkarantina beberapa asrama yang menampung puluhan ribu pekerja, dan memindahkan sejumlah besar ke tempat tinggal lain dalam upaya untuk mengurangi kemungkinan infeksi.

Pada Jumat 10 April lalu, Singapura juga mengumumkan diserbu 198 kasus baru dengan satu kematian. Laporan itu langsung membuat Singapura melakukan sejumlah hal untuk memborder diri.

Pemerintah Singapura kini menerapkan aturan ketat mencegah penularan. Ada hukuman penjara dan denda bagi warga yang melanggar aturan tinggal di rumah. Mereka juga melarang semua kunjungan dan transit jangka pendek dari luar negeri.

Suasana asrama pekerja asing di Singapura. Foto: The Straits Times.

Selain itu, semua acara yang melibatkan massa juga dilarang. Sekolah dan tempat peribadatan seperti masjid dan gereja juga ditutup.

Baru-baru ini Singapura bahkan mengumumkan perlunya persetujuan bagi warganya yang memegang paspor jangka panjang saat akan kembali ke negaranya.

Selain itu, pemerintah setempat akan membatalkan paspor warganya yang melanggar aturan tinggal di dalam rumah. Pelarangan pengunjung dari luar negeri terkait dengan temuan kasus impor.

Berbicara pada Jumat 10 April, Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong mengatakan pihaknya kini terus memperkuat diri. Walau pekerja asing sejauh ini telah membawa sejumlah malapetaka baru di Singapura, namun dia mengatakan bakal terus menjaga mereka.

“Kami akan terus memperhatikan kesejahteraan pekerja asing. Mereka datang ke Singapura untuk bekerja keras mencari nafkah, dan membagi rezeki bagi keluarga mereka di rumah (kampung).”

Topik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close