Trending

Singapura resmi masuk jurang resesi, ini dampaknya bagi Indonesia

Setelah diprediksi sejak beberapa waktu lalu, Singapura akhirnya resmi masuk jurang resesi. Hal ini terlihat dari realisasi pertumbuhan ekonomi mereka yang secara resmi dirilis Kementerian Perdagangan dan Industri Singapura.

Menurut data yang diolah dari Straitstimes, Rabu 15 Juli 2020, pada kuartal II 2020, produk domestik bruto (PDB) Singapura mengalami kontraksi sebesar 12,6 persen year on year (yoy) atau jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Baca juga: Temuan baru, editor Metro TV mau COD kamera sebelum tewas dibunuh

Singapura pun mengalami resesi yang dipicu oleh kebijakan circuit breaker untuk mencegah penularan covid-19, yang menyebabkan permintaan eskternal melemah di tengah perekonomian global yang juga loyo.

Sekadar diketahui, indikasi resesi sendiri terjadi jika selama dua kuartal berturut-turut mengalami koreksi perekonomian.

Adapun secara kuartalan, produk domestik bruto negeri Singa ini menyusut 41,2 persen (quarter to quarter), lebih buruk dibandingkan dengan kuartal sebelumnya yang mengalami kontraksi 3,3 persen.

Ekonomi tahunan Singapura sendiri saat ini terpantau jatuh ke minus 12 persenan. Seperti diketahui ekonomi Singapura memang terpantau mengalami tren perlambatan sejak 2019 lalu. Kala itu, PDB Singapura hanya tumbuh 0,7 persen pada 2019.

Jauh ketimbang pertumbuhan ekonomi di 2018, yang mencapai 3,1 persen. Artinya memang ada perlambatan sejak dulu, dan kini semakin diparah usai dihantam badai corona.

Imbas buat Indonesia

Indonesia tentu kena imbas dari resesi Singapura. Karuan saja, sebab Singapura merupakan negara tujuan ekspor non migas Indonesia terbesar ke empat, setelah China, Amerika Serikat, dan Jepang.

Seperti disitat dalam litbang Kompas, untuk periode perdagangan RI di Januari sampai Mei 2020, Indonesia terpantau melakukan ekspor non migas senilai US$4 miliar.

Jika kini negara tersebut tengah resesi, tentu menjadi petaka sendiri bagi jalur ekspor non migas dan pemasukan Indonesia.

Resesi Singapura pun dipastikan turut membuat Indonesia kena imbas. Terlihat dari performa rupiah yang tak begitu baik.

Tidak hanya sisi perdagangan, RI juga memiliki hubungan yang cukup erat dengan Singapura, berkaitan dengan penanaman modal.

Diketahui, di bagian penanaman modal, Singapura masuk menjadi negara nomor satu paling banyak berkontribusi buat Indonesia. Mereka selalu rajin berinvestasi di Indonesia.

Inilah mengapa walau Singapura yang kena resesi tetapi Indonesia harus waspada, mengingat kontribusi investasi tadi.

Bukan cuma itu, pasca dikeluarkannya data dari Kementerian Perdagangan dan Perindustrian Singapura, sejumlah pergerakan saham juga ikut terkontraksi. Pasar agak sedikit panik dan semua saham di asia kompak memerah.

Topik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close