Trending

Singgung Menag, PA 212: Jangan banyak omong kalau ilmu agama minim

Ketua Media Center Persaudaraan Alumni atau PA 212, Novel Bamukmin menyoroti ucapan Menag Fachrul Razi terkait penyebaran paham radikal di Indonesia. Menurut Novel, bekal keilmuan Menag Fachrul sangat minim, sehingga perkataannya itu terkesan keliru dan menyesatkan.

Lebih jauh, Novel juga mengimbau Menag Fachrul untuk tak mengomentari hal-hal yang tidak dia ketahui. Sebab, apa yang pejabat publik katakan tentu berpengaruh terhadap asumsi serta pemikiran masyarakat Indonesia. Termasuk soal paham radikal.

Baca juga: Penyebar Islam radikal versi Menag: Hafiz dan mahir bahasa Arab

“Saya meminta kepada Menag untuk segera menghentikan komen-komennya yang tidak dipahami oleh keterbatasan pengetahuan agama dia yang minim, sehingga makin kelihatan kegagalpahamannya dalam hal agama,” ujar Novel dikutip dari Suara, Jumat 4 September 2020.

Menag Fachrul Razi. Foto: Youtube Kemenpan RB.

Bukan hanya itu, Novel juga tak habis pikir dengan jalan pikir Menag Fachrul. Sebab, kata Novel, dia acap mencurigai para penegak agama. Sementara orang-orang yang jelas sesat, menista agama dan kriminalisasi ulama malah dibiarkan berkeliaran tanpa ada penindakan tegas.

“Menag sangat tidak pernah punya sikap untuk melawan berbagai bentuk penistaan agama dan kriminalisasi ulama, justru penegak-penegak ajaran Islam yang benar-benar dicurigai terus sebagai paham radikal. Padahal, yang radikal dan sesat adalah ormas-ormas yang mempersekusi ulama dan menyerang khilafah,” tegasnya.

Diketahui, sebelumnya—dalam program bertajuk bertajuk ‘Strategi Menangkal Radikalisme pada Aparatur Sipil Negara’ di saluran Youtube Kemenpan RB, Menag Fachrul mengatakan, paham radikal bisa disebar dengan mudah melalui hafiz atau penghapal Alquran yang kemampuan bahasa Arab-nya mumpuni.

 “Kalau saya lihat polanya, cara masuk mereka (paham radikal) gampang. Pertama dikirimkan seorang anak yang good looking (rupawan), penguasaan bahasa arabnya bagus, hafiz (hafal Alquran), mereka mulai masuk, ikut menjadi imam, lama-lama orang di sekitar situ menjadi simpati dan diangkat jadi pengurus masjid,” ujar Fachrul yang kemudian memicu polemik.

Menteri Agama Fahrul Razi
Menteri Agama Fachrul Razi saat presscon virtual Foto: Youtube kemenag

Ia juga mengaku, masjid yang berada di lingkungan pemerintah merupakan salah satu lokasi yang paling mudah disusupi paham radikal. Hal itu bukan sekadar dugaan atau tuduhan semata. Sebab, Menag Fachrul mengaku pernah salat Jumat di salah satu masjid milik pemerintahan yang isi ceramahnya berisikan muatan tersebut.

Menag singgung soal sertifikasi pendakwah

Demi menangkal tersebarnya paham radikal, Kemenag membuat program ‘Penceramah Bersertifikat’ mulai bulan ini. Pihaknya berencana mencetak 8.200 pendakwah bersertifikasi dari sejumlah agama di Indonesia. Mereka juga telah bekerja sama dengan majelis keagamaan, ormas agama, BPPT, BPIP, dan juga Lemhannas.

“Ini semua nanti mudah-mudahan menghasilkan penceramah-penceramah paling tidak sudah kita bekali dalam banyak hal, masalah wawasan kebangsaan, Pancasila, dan lain-lain. Hal sensitif yang harusnya diperjuangkan, dan tidak boleh sampai di eliminasi. Ini sudah akan segera jalan mulai bulan ini,” kata dia.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close