Trending

Siti Fadilah Supari ngeri lawan WHO, bisik SBY: Biasanya kita kalah

Sepak terjang mantan Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari melawan arogansi organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dalam vaksin Flu Burung di masa lalu diakui beberapa pihak. Siti Fadilah dipuji karena berani melawan organisasi dunia yang sewenang-wenang memainkan vaksin Flu Burung pada 2005-2007. Siti Fadilah Supari akui ngeri lawan WHO dan tahu enggak Presiden SBY dulu berbisik agar Siti tahu diri sebab biasanya kita kalah lawan organisasi dunia.

Makanya kini Siti Fadilah menjadi simbol melawan WHO dalam penanganan Covid-19. Eh tapi bagaimana ya sikap Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) saat itu ya.

Baca juga: Cerita teriakan Nyi Mas Melati yang rontokkan nyali pasukan Belanda

Dalam kasus Flu Burung, Siti Fadilah heran dan gemas dengan aksi culas WHO, yang mewajibkan Indonesia setor sampel virus Flu Burung di Indonesia. Eh tahunya sampel virus itu diberikan ke perusahaan vaksin yang menjualnya secara komersil ke negara berkembang yang sedang ketiban virus Flu Burung.

Parahnya lagi, WHO menyetor sampel virus Flu Burung ke perusahaan vaksin secara diam-diam dan vaksinnya dijual mahal lho. Siti Fadilah berang, WHO enggak ada omongan sekali dengan Indonesia soal setor sampel virus ke perusahaan vaksin, enggak pula ada kompensasi bagi Indonesia yang sudah setor sukarela sampel virusnya.

Saat Flu Burung, Indonesia jadi perhatian WHO lantaran ada kasus satu keluarga di Tanah Karo, Sumatera Utara, terdiri dari 7 orang meninggal semua secara berurutan. Dari klaster Tanah Karo itu, WHO tak ragu menyatakan telah ada penularan antarmanusia pada kasus virus Flu Burung. WHO pun ngotot untuk menyatakan Flu Burung sebagai pandemi dengan klaster Tanah Karo itu. Berita makin heboh dengan tayangan CNN.

Sikap kritis melawan WHO berbuah apes bagi Siti Fadilah. Bertahun-tahun setelah melawan WHO, Siti mengaku dikriminalisasi melalui sebuah kasus korupsi alat kesehatan.

Meski saat ini masih menjalani hukuman penjara yang kurang 4 bulan lagi, Siti Fadilah terus menyuarakan agar pemerintah Indonesia berhati-hati dengan modus vaksin Covid-19. Dia khawatir ada konspirasi bisnis di balik vaksin virus tersebut.

Menteri Kesehatan, Siti Fadilah Supari
Lawan WHO, Siti Fadilah Supari SBY mendukung. Foto Instagram @nurudinwriter

Nah tahu nggak kamu, saat Siti Fadilah kencang melawan WHO bagaimana saat itu sikap Presiden SBY?

Dalam bukunya Saatnya Dunia Berubah, Siti Fadilah mengungkapkan bersyukur dengan sikap SBY kala itu. Bagi kamu yang belum baca buku tersebut, simak nih ulasannya:

SBY dukung Siti Fadilah

Presiden SBY kala itu mengikuti dan mencermati berita penularan antarmanusia pada kasus Flu Burung di Tanah Karo. SBY memanggil Siti Fadilah, kepala negara sangat khawatir dengan isu Flu Burung di Sumatera Utara kala itu.

“Beliau dengan wajah agak tegang meminta konfirmasi dari saya tentang kebenaran berita CNN. saya mengatakan bahwa berita itu tak benar. Dan saya harus membetulkan isu tersebut,” tulis Siti Fadilah di bukunya.

Namun setelah Siti menjelaskan detai klaster Tanah Karo, raut muka SBY terlihat tenang. SBY mendukung Siti Fadilah untuk protes arogansi WHO. Kala itu, SBY menawarkan diri apa perlu dia menulis surat protes ke PBB. Namun Siti Fadilah menjawab, sementara tidak perlu dia bisa menghadapinya sendiri.

“Bapak berikan kesempatan terlebih dulu kepada saya untuk menyelesaikan masalah ini,” kata Siti kepada SBY kala itu.

Senang SBY peka

Siti mengaku beruntung atasannya saat itu begitu responsif dengan kasus Flu Burung. Siti menyaksikan bagaimana SBY cemas dampak bila benar terjadi penularan Flu Burung antarmanusia di Indonesia.

Susilo Bambang Yudhoyono
Susilo Bambang Yudhoyono dalam sebuah acara PWI. Foto Twitter @SBYudhoyono

Dampanya Indonesia bakal terisolasi dari dunia, dan ekonomi akan hancur karena arus masuk dan keluar ditutup, selanjutnya Indonesia akan jatuh dalam krisis.

“Sesuatu yang membahagiakan saya adalah pak SBY benar-benar seorang pemimpin yang mumpuni dan peka terhadap segala penderitaan yang terjadi di negara ini. Beliau sangat mencemaskan dampaknya bila terjadi penularan Flu Burung antarmanusia bagi Indonesia,” tulis Siti.

Bisikan SBY

Saat dipanggil menghadap SBY, Siti Fadilah mengaku memohon restu dan izin kepada Presiden untuk membela dan membatntah atas ngawurnya berita penularan antarmanusia yang bersumber dari berita media barat yang menyudutkan Indonesia.

Siti juga memohon izin untuk menjalankan program Kementerian Kesehatan menanggulangi virus Flu Burung, termasuk dalam melawan kezaliman kkelompok bangsa di dunia yang menguasai dunia dengan mengeksploitasi penderitaan negara miskin.

Susilo Bambang Yudhoyono. Foto Instagram SBY.
Susilo Bambang Yudhoyono. Foto Instagram SBY.

Siti menuliskan SBY mendukung langkahnya, namun Presiden mengingatkan peta politik melawan organisasi dunia.

“Dia bisikan juga bahwa jangan terlalu banyak berharap, karena biasanya kita kalah,” tulis Siti.

Bisikan dan pesan SBY itu, Siti merasa SBY bermaksud membesarkkan hati Siti agar tak putus asa bila gagal melawan WHO dan anteknya.

Laboratorium Bom Atom Hiroshima

Dalam pertemuan itu, Siti menyimpan informasi penting soal keberadaan Laboratorium Los Alamos yang dioperasikan Kementerian Energi Amerika serikat.

Usut punya usut, Siti tak menyampaikan informasi ini lantaran kasihan SBY banyak yang mesti dipikirkan.

Laboratorium Los Alamos
Laboratorium Los Alamos. Foto Instagram @thex_plan

Laboratorium Los Alamos merupakan bagian dari jalur permainan vaksin WHO. Jadi begitu mendapatkan setoran sampel virus Flu Burung dari negara terdampak, termasuk Indonesia, WHO kemudian mengurutkan DNA virus dan disimpan di Laboratorium Los Alamos. Tahu enggak, laboratorium ini di masa lalu merupakan lokasi pembuatan Bim Atom Hiroshima dan juga laboratorium riset senjata kimia Amerika Serikat.

“Alangkah ngerinya,” tulis Siti.

SBY apresiasi Siti

Dalam pengantar buku Saatnya Dunia Berubah, SBY mengapresiasi kontribusi Siti Fadilah melawan WHO.

Buku tersebut, menurut SBY, menjelaskan lengkap mekanisme penanganan virus Flu Burung yang berlaku internasional. Selain itu buku karya Siti itu mengungkap ketidakadilan tatanan dunia di bidang kesehatan yang berlangsung lama, sampai hampir setengah abad.

“Siti Fadilah Supari telah berhasil mereformasi mekanisme virus sharing Flu Burung di bawah sistem WHO menjadi lebih transparan, adil dan lebih mewujudkan kesetaran antar negara maju dan negara berkembang,” tulis SBY.

Topik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close