Trending

Siti Fadilah Supari tidak setuju lockdown, ini alasannya….

Mantan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Siti Fadilah Supari mengaku dirinya tak sepakat atas wacana lockdown di tengah terus meningkatnya kasus virus corona. Hal ini terungkap di Kanal YouTube Siti Fadilah Supari, seperti dilihat Hops.id, Selasa (22/6/2021).

Dalam dialog bertajuk Siti Fadilah dan Nidom (part 1) lanjutan: Gagalkah Herd Immunity? , Siti Fadilah berdiskusi dengan Guru Besar Biologi Molekuler Universitas Airlangga Chaerul Anwar Nidom, Siti mengungkapkan bahwa dirinya tak setuju dengan rencana lockdown. Apalagi jika dalam skala besar.

“Saya tidak setuju lockdown. Kalau mau lockdown ya lockdown  RT. Kalau seperti Kudus itu bagaimana mau di-lockdown lha pasiennya saja mengalir kemana-mana sampai ke Solo, Semarang. Namanya wabah penyakit ya bagaimana mencegah kematian. Dahulukan mereka yang memiliki komorbid. Harusnya ada data ini, minimal di puskesmas tingkat kecamatan jadi bisa ditangani jika  sampai mereka yang memiliki komorbid ini positif  Covid-19,” ujar wanita yang menggunakan Vaksin Nusantara untuk vaksinasi ini dalam kanal YouTube.

Diskusi Siti Fadilah Supari dengan Chaerul Anwar Nidom. Foto: YouTube Siti Fadilah Supari
Diskusi Siti Fadilah Supari dengan Chaerul Anwar Nidom. Foto: YouTube Siti Fadilah Supari

Terkait lockdown, Nidom menuturkan bahwa jikapun dilakukan lockdown maka yang bisa dilakukan adalah lockdown kepulauan yang dipisahkan oleh laut. Bukan berdasrkan daerah apalagi di tengah otonomi daerah yang masing-masing daerahnya memiliki kewenangan masing-masing.

“Ini maksudnya ya jangan tanggung-tanggung kalau mau melakukan lockdown. Tapi sebenarnya memang lockdown di tingkat RT bisa lebih efektif. Nanti RT buat Satgas,” tutur Nidom.

Prof. Chaerul Anwar Nidom. Foto: YouTube Siti Fadilah Supari
Prof. Chaerul Anwar Nidom. Foto: YouTube Siti Fadilah Supari

Masker pelindung utama

Mutasi virus corona yang saat ini makin banyak, diungkap Nidom dan Siti tak boleh membuat masyarakat lengah untuk tetap menerapkan protokol kesehatan.

“Jangan karena sudah divaksin lantas abai dengan penggunaan masker. Mengendalikan virus itu mungkin saat ini untuk menghadapi Covid, flu, dan sebagainya itu tameng kita adalah masker,” ujar Nidom.

Mengapa demikian? Nidom menuturkan, masker itu kan menghalangi masuknya virus ke hidung. Jadi dia mati di udara. “Saya bilang, masker ini cara membunuh virus (secara) Sunatullah,” tutur Nidom.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close