Fit

Iseng, dokter tes kadar merkuri di produk skincare Ashanty, hasilnya begini

Skincare Ashanty banyak digemari pecinta make up dan perawatan kulit.

Belakangan banyak seleb yang melakukan usaha sampingan di bidang kosmetik. Misalnya saja Ussy Sulistiawaty, hingga Gissele Anastasia.

Usaha di bidang kosmetik tentu tak main-main, karena selain packaging dan branding, yang terpenting adalah kualitas dan keamanan produk itu sendiri. Salah-salah, jika kandungannya tak sesuai standar keamanan, bisa-bisa menjatuhkan nama si artis hingga ancaman pidana.

Baca juga: Ashanty punya warisan dari Soekarno, bakal dikasih ke Aurel kalau nikah

Nah, baru-baru ini seorang pengamat kosmetik sekaligus YouTuber Dokter Grand Lich mereview produk ‘A6’ milik Ashanty (Skincare Ashanty).

Dokter Grand Lich
Dokter Grand Lich Foto: Suara.com

Varian yang direview adalah Lightening Body Lotion seharga Rp150 ribuan per satu botol.

Dikutip Suara.com, Selasa 13 Oktober 2020, Dokter Grand melihat dari sisi kemasan syarat administrasi cukup lengkap, dimulai nomor regitrasi BPOM, tanggal expired, hingga nomor batch tertera di kemasan produk yang berwarna hitam itu.

Dokter yang bernama asli dr. Anggind G Andromed ini, menyoroti beberapa kandungan yang tertera di kemasan seperti aqua, gliserin, kolagen, dan glutation, moringa aloe vera, dan lesion extract.

“Jadi kalau lihat di sini moisturizer sangat bagus ada kolagen dan glutationnya. Ada moringa aloe vera, moringa ini adalah daun kelor, yang kandungan vitamin C nya lebih banyak daripada jeruk,” ujar Dokter Grand di kanal YouTubenya Grand Lich.

Menurut dia, tidak hanya lebih tinggi vitamin C, moringa ini cenderung lebih aman dari jeruk. Mengingat jeruk cenderung asam, atau kadar acidnya tinggi yang berarti pHnya juga tinggi.

“Sedangkan pada moringa lebih rendah, ada kolagen juga,” jelas Dokter Grand.

Untuk melihat kandungan hidrokuinon dan merkuri, Dokter Grand melakukan dua tes pengujian dengan reagen non liquid dan lab test kit.

Skincare Ashanty
Skincare Ashanty Foto: Suara.com

Jika produk berubah hitam saat dicampurkan reagen non liquid, maka artinya produk tinggi hidroquinon. Sedangkan jika cairan mengendap saat dites dengan lab test kit, maka ia tinggi kandungan merkuri.

Hidroquinon adalah zat yang bisa menekan fungsi melanosit atau zat yang bisa merangsang pembentukan melanin atau pewarna kulit, sehingga kulit terlihat lebih cokelat.

Dengan melanosit tertekan, maka efeknya kulit jadi lebih putih, tapi efek sampingnya cukup berbahaya seperti kemerahan hingga kulit meradang.

Baca juga: Aurel kena bully, Ashanty marah dan tegur pelaku yang masih di bawah umur

Tidak terbukti mengandung merkuri

Dalam tayangan itu, produk A6 Lightening Body Lotion yang diujinya ternyata tidak terbukti tinggi hidroquinon dan merkuri, meskipun Dokter Grand tidak bisa menjamin pengetesan yang dilakukan olehnya.

“Ini baik non liquid dan lab test kit sama-sama tidak berubah, jadi masih batas normal hidroquinonnya maupun yang merkurinya, endapannya, kalau di sini tidak ada endapan,” jelas Dokter Grand.

“Jadi saya bilang ini tes sederhana, bukan sebagai suatu patokan resmi, karena bagaimanapun juga yang paling benar pemeriksaan secara laboratorium,” sambungnya.

Meski begitu, Dokter Grand cukup memuji kepatuhan administrasi produk A6 Lightening Body Lotion ini, dari izin edar BPOM, komposisi, tanggal expired dan sebagainya.

“Tapi yang saya tekankan di sini adalah administrasinya. Ketika administrasi baik, maka pasti baik. Karena jarang sekali pabrikan yang mau bermain nakal, jadi ketika sudah gunakan BPOM sudah resmi insyaallah tidak akan mau macam-macam,” tutupnya.

Bahaya merkuri untuk kulit

Merkuri memang sangat populer dalam kandungan produk pemutih kulit karena kemampuannya menghambat pembentukan melanin sehingga kulit tampak lebih cerah dalam waktu singkat.

Padahal di balik hal itu, merkuri justru sangat berbahaya dan sebaiknya Anda mewaspadai produk-produk tersebut.

Kosmetik yang mengandung merkuri terbukti berbahaya dan dilarang di berbagai negara. Tidak hanya untuk kulit yang terpapar, bahan kimia tersebut dengan mudah akan diserap kulit dan masuk ke dalam aliran darah.

Selain itu, merkuri bersifat korosif pada kulit. Ini berarti mengoleskan merkuri pada kulit akan membuat lapisan kulit semakin menipis.

Paparan yang tinggi terhadap merkuri dapat berupa kerusakan pada saluran pencernaan, sistem saraf, dan ginjal.

Topik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close