Fit

Soal mimpi basah batalkan puasa, ini penjelasan Ustaz Adi Hidayat

Dalam aturan agama, disebutkan sejumlah larangan yang bisa mem-batal-kan puasa. Umumnya hal yang mem-batal-kan puasa terdiri dari dua bagian.

Pertama, yakni dengan sengaja makan dan minum serta sejenisnya. Sedangkan yang kedua, berhubungan intim dan sejumlah hal yang berbau dengan syahwat.

Baca Juga: Mandi junub lewati imsak, puasa otomatis batal? Begini kata Buya Yahya

Terkait hal ini, ada seseorang jemaah dai kondang Ustaz Adi Hidayat mempertanyakan apakah mimpi basah dapat membatalkan puasa.

Ilustrasi puasa. Foto: Suara.
Ilustrasi puasa. Foto: Suara.

“Pak Ustaz, kalau saya tidur siang terus mimpi basah, puasa-nya batal tidak,” demikian pertanyaan yang dibacakan Ustaz Adi Hidayat.

Sang ustaz pun kemudian memberi penjelasan. Menurut Ustaz Adi Hidayat, memang benar ada dua hal yang bisa membatalkan puasa.

“Yang pertama adalah sengaja makan dan minum serta sejenisnya yang menghasilkan energi yang masuk lewat kerongkongan, atau di luar jalur-jalur tertentu yang memberikan energi khusus. Itu batal,” kata dia disitat dalam siaran Youtube, Jumat 24 April 2020.

Kedua, lanjut dia, berhubungan intim atau yang berbau dengan syahwat, dan menimbulkan nafsu, baik itu antara suami-istri secara langsung, atau barangkali melakukan tindakan-tindakan yang dilarang, seperti bermaksiat yang melahirkan syahwat dan sejenisnya.

“Berdasarkan hadist Bukhari, orang puasa itu mesti meninggalkan makannya, minumnya, syahwatnya demi aku, maka yang demikian aku akan berikan pahalanya,” ucap Ustaz Adi Hidayat.

“Adapun kemudian Anda bermimpi, itu di luar kuasa Anda, dan itu tidak direncanakan, maka itu tidak mem-batal-kan puasa. Silakan Anda bangun, lalu mandi seperti mandi junub pada umumnya. Lalu teruskan puasanya, tunaikan salatnya. Insya Allah sah puasa Anda dan mendapatkan pahala,” katanya panjang.

Jamaah Masjid Tiban di Gedongmulyo, Lasem, Rembang. Foto: Santri Bean Wetan via PicasaPicasa
Jamaah Masjid Tiban di Gedongmulyo, Lasem, Rembang. Foto: Santri Bean Wetan via PicasaPicasa

Hal senada juga disampaikan dai kondang Ustaz Abdul Somad. Kata UAS, mimpi basah tak membatalkan puasa seseorang.

“Puasanya sah, karena mimpi itu bukan kehendak. Ada yang sifatnya kehendak dan tidak. Misalnya mau makan dan tidak makan, itu kan kehendak. Mau makan batal, tidak, tak batal. Itu kan kehendak.”

“Berhubungan, tidak berhubungan, itu kehendak kita. Nah ada yang di luar kehendak kita, yakni mimpi. Banyak orang yang mau mimpi, tapi tak mimpi. Ada orang yang tak mau mimpi, tapi dia mimpi.”

Maka andai itu terjadi, kata Abdul Somad, tinggal mandi saja, dan puasa-nya dilanjutkan, karena tidak batal dan tetap sah.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close