Hot

Soal obat corona ala Hadi Pranoto, Tompi: Bisa aja bener, tapi Anji…

Wawancara Anji berama Hadi Pranoto berujung kontroversi. Dalam video yang diunggah oleh musisi bernama asli Erdian Aji Prihartanto itu, si narasumber diperkenalkan sebagai profesor mikrobiologi yang menciptakan obat corona Hadi Pranoto.

Dalam video berdurasi 31 menit itu, Hadi mengklaim berhasil menemukan obat herbal antibodi yang mampu menyembuhkan dan mencegah Covid-19 dalam hitungan 2-3 hari.

Baca juga: Rocky Gerung sampai Din Syamsyudin deklarasi KAMI, emoh Indonesia ugal-ugalan

‘Si profesor’ juga mengaku temuannya sudah berhasil menyembuhkan ribuan pasien corona yang tersebar di Jawa, Bali, dan Sumatra. Hadi mengaku sudah melakukan riset bersama timnya. Mereka sudah memproduksi ribuan botol tapi masih terkendala biaya produksi.

Hadi Pranoto dan Anji
Hadi Pranoto dan Anji. Foto Instagram @duniamanji

Diingatkan oleh Tompi

Sederet dokter mempertanyakan keabsahan klaim obat corona Hadi Pranoto. Mereka mempertanyakan legalitas berupa jurnal atau evidence based medicine. Atau paling tidak bukti secara penelitian atau paper dan teori kalau obat tersebut telah melalui tahap uji coba sesuai standar medis.

Pertanyaan yang sama juga diungkap oleh Tompi, musisi yang sekaligus dokter spesialis bedah plastik. Dia mencuit di akun Twitter-nya pada Minggu, 2 Agustus 2020. Pelantun ‘Menghujam Jantungku’ itu ikut menyorot wawancara Anji bersama Hadi.

Menurutnya, wawancara yang menghebohkan seputar penemu obat covid-19 bisa saja benar. Tapi, Tompi menambahkan catatan penting kalau penemuan medis dipresentasikan secara ilmiah.”Bukan GAK MUNGKIN loh, bs ajaa bener. Tp begini anji, sebuah penemuan apalagi medis ya… HARUS di presentasikan dengan tata cara ilmiah, supaya teruji terukur dan bs diulang,” cuitnya.

Lalu sahabat mendiang Glenn Fredly itu juga menyinggung tentang pasien corona yang sudah berhasil sembuh. Menurutnya ada dua kemungkinan soal itu. Antara obatnya memang mujarab atau hanya kebetulan semata. “Ada yg mengaku sudah sembuh dengan ramuan itu. Seperti tadi sy sampaikan: “MUNGKIN SAJA bener2 mujarab” atau sebenarnya “KEBETULAN CASE NYA.”

Tompi meminta Hadi Pranoto mempublikasikan penemuannya sebagai seorang profesor. Dia mendukung Hadi melakukan publikasi yang memenuhi syarat ilmiah agar pendapat negatif tidak makin berkembang.

Kepada Anji, dia mengingatkan untuk berhati-hati sebelum mewawancarai seseorang. “Juga perlu ngecek latar belakang org yg diwawacara, verifikasi dulu. Trus wwcara ilmiah tentu berbeda ya dengan wawancara acara hanntu… penanya gak pake kaget, tapi terus menggali karena itu “basic”nya juga harus bener dulu. Ntar kl gak bahaya kawan…,” cuit Tompi.

Topik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close