Trending

Soal pelajaran sejarah dihapus, Nadiem Makarim: Isu ini keluar karena…

Isu penghapusan mata pelajaran sejarah dalam kurikulum nasional menjadi perhatian para guru sejarah dan masyarakat belakangan ini. Asosiasi Guru Sejarah Indonesia (AGSI) sampai membuat petisi daring yang menolak pelajaran sejarah dihapus dalam kurikulum nasional.

Menanggapi hal itu, Kemendikbud menegaskan tak ada rencana pelajaran sejarah dihapus dari kurikulum nasional. Pelajaran Sejarah akan Tetap Ada di dalam Kurikulum. Namun AGSI tetap meminta Kemendikbud hati-hati.

Baca juga: Egy Maulana Vikri main 8 menit, Lechia Gdansk menang 4-2

Awal mula isu pelajaran sejarah dihapus

Mendikbud Nadiem Makarim Foto: Antara

Mendikbud Nadiem Makarim menegaskan tak ada niatan kementerian untuk menghapus mata pelajaran sejarah dalam kurikulum nasional.

Dia mengakui memang ada pembahasan penyederhanaan kurikulum nasional, namun tidak ada wacana menghapus pelajaran sejarah. Nadiem memastikan sejauh ini tidak ada sama sekali regulasi atau perencanaan penghapusan pelajaran sejarah dalam kurikulum nasional.

Selain itu, ujar pendiri Gojek, penyederhanaan kurikulum tak akan dilakukan sampai 2020.

“Isu ini keluar karena ada presentasi internal yang keluar ke masyarakat dengan salah satu permutasi penyederhanaan kurikulum,” ujar Nadiem dalam video klarifikasi di media sosial Kemendikbud.

‘Kakek saya pejuang kemerdekaan’

Hamid Algadri
Hamid Algadri, kakek Nadiem Makarim. Foto publik

Nadiem pun heran dengan keraguan komitmennya pada sejarah bangsa. Nadiem mengungkapkan latar belakang keluarganya untuk menjawab keraguan tersebut.

“Kakek saya (Hamid Algadri) termasuk salah satu tokoh perjuangan kemerdekaan bangsa di 1945. Ayah ibu saya, aktivis nasional membela HAM dan berjuang melawan korupsi,” ungkapnya.

Nadiem menegaskan pula misinya menjadi menteri salah satunya meyakini sejarah adalah hal yang relevan bagi generasi muda agar menguatka idetitas nasional.

“Jangan biarkan informasi tak benar menjadi liar. Sejarah adalah tulang punggung identitas nasional kita,” kata Nadiem.

Guru sejarah: Kembalikan pelajaran sejarah di SMK

Pemprov DKI liburkan sekolah dua pekan. Foto: Antara.
Pemprov DKI liburkan sekolah dua pekan. Foto: Antara.

Klarifikasi dari Nadiem itu ditanggapi oleh Presiden AGSI Sumardiansyah Perdana Kusuma.

Sumardiansyah mengapresiasi klarifikasi dan komitmen Kemendikbud tidak menghapus pelajaran sejarah dalam kurikulum nasional.

Namun, Sumardiansyah menegaskn asosiasi tersebut tetap memperjuangkan agar pelajaran sejarah tak terpinggirkan dalam kurikulum nasional tiap jenjangnya.

“Kami yakin sejarah ada dalam struktur kurikulum, namun sejarah harus menjadi mata pelajaran kelompok wajib, tidak dalam bentuk pilihan, yang implikasnya siswa bisa atau tidak belajar sejarah, sejarah keharusan bukan pilihan,” ujar Sumardiansyah.

Presiden AGSI itu mengkritik penghapusan pelajaran sejarah di struktur kurikulum SMK. Bentuknya pengurangan jam pelajaran sejarah semula 2 jam di semua kelas X, XI dan XII menjadi 3 jam cuma di kelas X saja.

Sumardianysyah mengingatkan lulusan SMK memang diarahkn agar siap tampil di dunia kerja namun tetap saja jangan sampai mereka cuma jadi robot indusrti saja tanpa punya jiwa kepribadian bangsa yang diperoleh dari mata pelajaran sejarah.

“Lulusan SMK bukan sebatas memenuhi kebutuhan kerja, tapi punya nilai falsafah kehidupan. Lulusan SMK tak ingin cuma jadi robot pembuat industri kapitalis, makanya sejarah kembali di jenjang SMK. Dalam draf penyederhanaan kurikulum nasional, posisi mata pelajarn sejarah di SMK semula wajib jadi pilihan,” kata dia.

Topik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close