Trending

Bilang pemakaman Covid bak anjing, Pak Supriyono jangan banyak omong!

Badan Penanggulangan Bencana Daerah DIY merespons ceramah anggota DPRD Bantul, Supriyono soal pemakaman Covid-19 seperti anjing dan cuma proyek bagi relawan. Relawan BPBD itu memprotes keras ceramah tersebut. Bagaimana nasib Supriyono, oknum DPRD itu kini?

Setelah digerudug relawan bencana yang tergabung dalam Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) di DPRD Bantul, Supriyono enggak banyak bicara lho Sobat Hopers.

Emoh ngomong banyak

Supriyono, anggota DPRD Bantul yang sebut pemakaman korban Covid-19 cuma proyek. Foto: YouTube Jogja Live Streaming
Supriyono, anggota DPRD Bantul yang sebut pemakaman korban Covid-19 cuma proyek. Foto: YouTube Jogja Live Streaming

Si oknum pejabat DPRD itu enggak bicara banyak kepada wartawan setelah mendapat protes dari relawan bencana atas ceramahnya tersebut. Supriyono berupaya menghindari kejaran dan pertanyaan wartawan selepas ke DPRD Bantul pada Senin sore 22 Februari 2021.

Supriyono mengaku masih ada rapat yang mesti diikuti dan menyampaikan para pewarta untuk menunggu perkembangan soal hal ini besok hari. Dia emoh komentar banyak.

Nah Tim Reaksi Cepat BPBD DIY pun menumpahkan kekecewaanya dalam kicauan di Twitter.

Dalam kicauan itu, akun tim reaksi cepat ini meminta Supriyono untuk menjaga mulutnya.

“Jika anda tidak punya empati untuk korban pandemi, simpan saja dalam hati. Jika anda pejabat yg ikhlas membantu rakyat, lakukanlah secara terhormat. Namun jika anda tidak pernah sekalipun membantu apalagi hanya mengolok-olok kerja Relawan, pisan maneh ojo CANGKEMAN,” tulis akun @TRCBPBDDIY dikutip Senin 22 Februari 2021.

Kata Bupati Bantul

Relawan penanggulangan Covid DIY demo gegara pernyataan Supriyono yang menyebut pemakaman korban Covid-19 cuma proyek. Foto; Twitter @TRCBPBDDIY
Relawan penanggulangan Covid DIY demo gegara pernyataan Supriyono yang menyebut pemakaman korban Covid-19 cuma proyek. Foto; Twitter @TRCBPBDDIY

Pelaksana Harian (Plh) Bupati Bantul, Helmi Jamharis membantah tudingan pejabat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bantul, Supriyono yang menyebut jika pemakaman Covid-19 proyek yang sudah direncanakan.

Helmi yang juga sebagai Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Bantul mengatakan jika anggaran dari negara yang disalurkan kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Bantul dikembalikan untuk masyarakat

“Itu tidak pas lah, semua anggaran yang disiapkan negara kepada masyarakat lewat OPD itu tentu dasarnya kebutuhan. OPD butuh kegiatan untuk melayani masyarakat. Sehingga tidak ada yang mengambil keuntungan dari kegiatan itu,” kata Helmi dikutip dari Suara.com.

Ia melanjutkan jika tudingan Supriyono tidak berdasar dan tidak bisa dibuktikan. Guna menyikapi pernyataan tersebut, pihaknya akan melakukan rapat bersama sebagai upaya meluruskan.

Nanti kami gelar rapat dulu pukul 16.00 wib. Rapat tersebut dilakukan bagaimana Pemkab Bantul mengambil sikap terhadap video yang viral itu,” katanya.

Helmi menerangkan bahwa di tengah Pandemi Covid-19 setiap orang yang menduduki jabatan penting di pemerintahan mampu membuat situasi kondusif. Pernyataan kontroversial yang berkaitan dengan Covid-19 harus dihindari.

“Yang namanya pemerintah itu kan abdi negara. Statement yang diwujudkan harus menyejukkan masyarakat, mengapresiasi kegiatan positif yang dilakukan masyarakat. Sehingga masyarakat itu merasa terlindungi terhadap keberadaan pemerintah itu,” terang dia.

Ceramah pemakaman Covid seperti anjing

Relawan BPBD DIY protes ceramah Supriyono
Relawan BPBD DIY protes ceramah Supriyono. Foto Twitter @TRCBPBDDIY

Sebuah video ceramah anggota DPRD Bantul, Supriyono viral di media sosial baru-baru ini lantaran ia menyebut proses pemakaman korban Covid-19 seperti memakamkan kirik alias anjing.

Video tersebut mulai ramai diperbincangkan usai akun @TRCBPBDDIY membagikannya lewat Twitter. Dalam potongan video yang berdurasi 19 detik itu, dilihat Hops.ID pada Senin, 22 Februari 2021, Supriyono juga mengeluhkan proses pemakaman korban Covid yang seperti kirik alias anjing.

Hidup dan mati itu punya Gusti, tidak ada apa-apa di-Covid-kan, apa-apa di-Covid-kan. Habis operasi kanker payudara penyakit gula pulang di-Covid-kan. Lalu nguburnya seperti ngubur anjing,” ujar politisi dari Partai Bulan Bintang tersebut dalam bahasa Jawa.

“Ini alam apa. Dari Dinas Kesehatan dapat proyek semaunya sendiri. Iya enggak?” tanyanya, disusul jawaban “Nggih (iya)” dari suara audiens di balik kamera yang hadir

Ceramah Supriyono ini lantas membuat geram sebagian orang. Bahkan, BPBD DIY juga merespons ceramah Supriyono ini. Lewat akun Twitter @TRCBPBDDIY, mereka meminta Supriyono untuk mencabut pernyataannya tersebut dan meminta maaf secara terbuka.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close