Trending

Soal SBY zolimi diri demi pencitraan, Demokrat: Ternyata ada dendam PDIP

Politikus Partai Demokrat, Andi Arief merespons rilis dari Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto soal bukti sejarah SBY menzalimi diri sendiri demi pencitraan politik. Pernyataan itu menguji lagi hubungan SBY dan PDIP dan Megawati.

Andi Arief menuturkan heran dengan sikap dari elite PDI Perjuangan itu, sebab komentar hasto itu berasal dari omongan Marzuki Alie, mantan Sekjend Partai Demokrat.

Andi Arief lebih heran lagi kenapa PDI Perjuangan membawa-bawa narasi dendam ideologis dengan SBY. Apa sih duduk permasalahannya?

PDIP dendam ideologis ke SBY?

Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)
Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Foto Instagram @pdemokrat

Ketua Badan Pemenangan Pemilu Partai Demokrat, Andi Arief merespons rilis Sekjend PDIP soal pernyataan Marzuki Alie dalam kanal Youtube Akbar Faisal beberapa hari lalu.

Andi nggak habis pikir kenapa PDIP memanfaatkan omongan ngawur dari Marzuki Alie itu untuk menyerang SBY.

“Hari ini Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto membuat release menanggapi statemen hantu Pak Marzuki Alie. Kenapa hantu, karena Marzuki memgarang bebas. Lebih mengejutkan saya, ternyata ada dendam PDIP terhadap SBY karena sebagai menantu Jenderal Sarwo Edhie Wibowo. Dendam Ideologis?” tulis Andi Arief berkicau dikutip Rabu 17 Februari 2021.

Pernyataan Andi Arief itu merespons komentar Harto dengan narasi Megawati kecolongan dua kali oleh SBY yang disampaikan oleh Marzuki Alie. Pertama saat Megawati masih menjabat sebagai Presiden, dan kedua saat Pilpres SBY melawan Megawati pada 2004.

Harto dalam rilisnya dikutip dari Kompas TV mengatakan rakyat kini bisa menilai apa yang dituduhkan SBY telah dizolimi Megawati ternyata kini terbukti dengan pernyataan Marzuki Alie.

“Kebenaran sejarah membuktikan bahwa Pak SBY menzolimi dirinya sendiri demi politik pencitraan. Terbukti bahwa sejak awal Pak SBY memang memiliki desain pencitraan sendiri termasuk istilah ‘kecolongan dua kali’ sebagai cerminan moralitas tersebut,” ujar Hasto.

Megawati kecolongan dua kali

Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri
Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. Foto pdiperjuangan.id

Mengenai istilah kecolongan dua kali ini, Marzuki mengungkapkan dalam perbincangan di kanal Youtube Akbar Faisal. Istilah itu keluar dari mulut SBY pada 2004 jelang Pilpres, setelah Partai Demokrat menang dalam Pemilu Legislatif.

Marzuki mengatakan SBY bercerita soal itu dengan disaksikan oleh Hadi Utomo di Hotel Sheraton Bandara Soekarno Hatta.

“Pak SBY menyampaikan, Pak Marzuki saya akan berpasangan dengan Pak JK, ini Bu Mega akan kecolongan dua kali ini. Artinya, kecolongan pertama dia (SBY) yang pindah, kecolongan dua kali dia ambil Pak JK. Pak Marzuki orang pertama yang saya kasih tahu, nanti kita rapat” ujar Marzuki menceritakan ucapan SBY itu.

Marzuki enggan mendetailkan maksud dari istilah kecolongan dua kali itu. Dia hanya mengatakan apa yang disampaikan SBY waktu itu.

Marzuki pun enggak melihat apa latar belakang SBY menyampaikan soal istilah kecolongan dua kali tersebut.

Nah kalau Sobat Hopers penasaran dengan komentar Marzuki Alie, bisa tonton saja pernyataannya di Youtube Akbar Faisal di menit ke -12 ya.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close