Hot

Soroti kematian anjing Canon, Evelin Nada Anjani: Islam bukan agama yang kaku, tapi…

Kematian anjing bernama Canon yang diamankan oleh Satpol PP di Pulau Banyak, Aceh Singkil menuai kontroversi. Berbagai protes keras pun mengalir dari banyak pihak, tak terkecuali Evelin Nada Anjani yang ikut buka suara terkait kematian anjing Canon.

Melalui laman Instagram pribadinya, Evelin Nada menyayangkan aksi Satpol PP yang menggunakan cara kekerasan alih-alih membawa anjing Canon ke tempat penampungan hewan. “Definisi orang-orang sesat ya seperti ini. Ciptaan tuhan nya sendiri disiksa dan dibunuh. Bukankah cukup dengan membawanya ke penampungan hewan? Malu maluin,” tulisnya dilansir Hops pada Senin, (25/10/21).

Muslima Fest

Evelin juga menyebut bahwa Islam bukanlah agama yang kaku melainkan agama yang bisa beradaptasi dengan lingkungan. “ISLAM bukanlah agama yang kaku, tapi agama yang bisa beradaptasi dengan lingkungan. Tapi banyak OKNUM sesat yang tidak beradaptasi dengan lingkungan malah memaksakan lingkungan untuk beradaptasi dengan mereka. Menyedihkan,” ungkapnya.

Seperti diketahui, dalam video yang diunggah oleh akun Instagram sang pemilik [email protected], Canon terlihat tengah diikat di sebuah kedai wisata pantai Pulau Banyak. Canon dikelilingi segerombolan aparat Satpol PP. Salah satu oknum membawa ranting besar yang dipakai untuk menundukkan Canon.

Evelin Nada Anjani makin cantik dan feminin
Evelin Nada Anjani makin cantik dan feminin. Foto: Instagram

Klarifikasi Satpol PP Aceh Singkil

Satpol PP Aceh Singkil sendiri telah memberikan klarifikasi terkait kejadian ini. Pihaknya mengaku tidak menggunakan kekerasan untuk mengamankan Canon.

“Anjingnya waktu dievakuasi ke Singkil, diikat pakai rantai dan dimasukkan ke keranjang kol. Cuma itu. Keranjang itu diikat biar nggak pecah,” beber Kasatpol PP dan Wilayatul Hisbah (WH) Aceh Singkil, Ahmad Yani, melansir Wowkeren, Sabtu (23/10).

Soal mengikat mulut anjing tersebut sebagaimana yang sempat diviralkan di media sosial, Ahmad Yani membantah keras. “Kalau memang diikat mulutnya, dari sana sudah mati. Itu pembunuhan namanya. Nggak ada kita ikat mulutnya, siapa pula yang berani pegang anjing itu. Yang berani itu kan tuannya,” lanjut Ahmad Yani.

Anjing Canon dibawa dari Pulau Banyak, Aceh Singkil. Foto: Instagram @rosayeoh
Anjing Canon dibawa dari Pulau Banyak, Aceh Singkil. Foto: Instagram @rosayeoh

Tak hanya itu, ia juga menyebut bahwa penangkapan anjing tersebut disaksikan oleh pengelola resort. Sedangkan anjing yang dievakuasi ke daratan Aceh Singkil dikembalikan kepada pemiliknya.

“(Tapi) sampai ke kantor, anjingnya sudah mati. Kemudian kita lapor ke Sekda dan anjingnya kita kuburkan,” lanjutnya.

Ia juga mengaku ada dua ekor anjing yang dievakuasi dari resort tersebut dan sempat dipelihara di kantor Satpol PP. “Kita kasih makan telur dan nasi. Itu anggota yang rawat dan sudah kita serahkan ke pemiliknya,” pungkas Ahmad Yani.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close