Trending

Sosiolog sindir Pemerintah: Minta rakyat tetap di rumah tapi tak dikasih sembako

Pemerintah menyerukan penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Jakarta. Terkait hal ini, Pemerintah dinilai perlu melakukan sejumlah hal, agar anjuran dipatuhi masyarakat, salah satunya sembako untuk sambut PSBB.

Menurut Sosiolog Imam B Prasodjo, masih adanya masyarakat yang abai terhadap imbauan masyarakat soal PSBB karena banyak yang kebutuhan sembako-nya tidak terpenuhi. Maka itu, kelompok tersebut menjadi seolah-olah cuek.

Baca Juga: Luhut bilang virus corona takut cuaca panas, WHO jelaskan tak masuk akal

“Mereka juga kepengen seperti Anda tinggal di rumah, cuma masalahnya mereka harus mencari nafkah. Mereka kalau hari ini enggak keluar cari nafkah, dapur tidak ngebul. Bagaimana mereka memberi makan kepada anak-anaknya,” kata Imam disitat tvOne, Selasa 7 April 2020.

Ilustrasi ojek online
Ilustrasi ojek online. Photo: Instagram @grabid

Kian menjadi masalah, karena pekerja informal di Ibu Kota dianggap Imam cukup banyak, seperti para ojek online. Hal inilah yang kemudian perlu dipikirkan pemerintah jika aturan PSBB akan dilakukan di Jakarta, salah satunya dengan pemberian sembako.

Kata dia, beberapa waktu lalu sudah ada kebijakan soal penggratisan listrik untuk rumah-rumah yang berdaya 450 watt, lalu penangguhan cicilan bagi kalangan menengah ke bawah, namun tidak dibarengi dengan pembagian sembako agar mereka tetap di rumah.

“Dengan dibebaskannya listrik tentu akan mengurangi beban hidup mereka. Tapi bagaimana dengan kebutuhan sehari-harinya (selama PSBB)? Oleh karena itu harus ada upaya penggelontoran, misalnya sembako, itu segera. Dan jangan dikasih BLT seperti yang dulu.”

“Karena kalau dikasih BLT, mereka akan pergi ke pasar, lagi-lagi akan berkerumun, Tetapi sembako itu diantar,” katanya lagi.

Pengendara ojek daring melintasi jalan MH Thamrin, Jakarta, Minggu (29/3/2020). Foto: Antara/M Risyal Hidayat
Pengendara ojek daring melintasi jalan MH Thamrin, Jakarta, Minggu (29/3/2020). Foto: Antara/M Risyal Hidayat

Sebab pada dasarnya, kata dia, ada beberapa kelompok masyarakat yang kalau melakukan sesuatu harus berdasarkan pemahamannya. Hal itu masuk dalam teori tindakan sosial.

Sehingga, bagaimana mereka mau mengikuti anjuran menghindari kerumunan apabila dia belum dibuat sadar dengan kondisi yang ada pada dirinya sendiri.

Topik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close