Trending

Sosok penting Israel ini sebut negaranya lahir dalam dosa: Kami membenarkannya

Berbicara soal Israel, sudah pasti yang terlintas di kepala adalah terkait konfliknya dengan negara-negara Arab, terutama Palestina. Konflik tersebut seolah tidak terlihat kapan berakhirnya. Baru-baru ini, salah satu sosok penting Israel berbicara soal masa depan negaranya yang kelam.

Sosok tersebut adalah Yaakov Sharett, mantan perwira intelijen dan putra mantan Perdana Menteri kedua Israel, Moshe Sharett yang menyampaikan pernyataannya lewat sebuah wawancara bersama media Israel, Haaretz.

“Negara Israel dan perusahaan Zionis dilahirkan dalam dosa,” kata Sharett dalam wawancara tersebut, dilansir dari TRT World, Selasa 21 September 2021.

Sharett (95) mengkritik keras mentalitas negara Israel dan menentang aliyah, migrasi orang Yahudi ke Israel dan wilayah Palestina yang diduduki. Dia juga kerap menyuarakan emigrasi penduduk dari Israel.

Meskipun dia sendiri adalah mantan anggota Badan Keamanan Israel, Shin Bet dan juga anggota Biro Penghubung Pemerintah untuk Imigrasi dari Eropa Timur, Sharett menentang prinsip-prinsip pendirian Israel.

Yaakov Sharett. Foto: Middle East Eye
Yaakov Sharett. Foto: Middle East Eye

“Dosa ini mengejar dan akan mengejar kita dan menggantung di atas kita. Kami membenarkannya dan itu telah menjadi ketakutan eksistensial. Ada badai di bawah permukaan air,” ujar Sharett.

Sharett, yang merupakan putra dari salah satu orang yang menandatangani Deklarasi Kemerdekaan Israel pada tahun 1948, mengaku khawatir dengan masa depan anak, cucu dan cicitnya di Israel.

“Saya mencapai usia saya dengan damai. Secara finansial, situasi saya masuk akal. Tapi saya takut akan masa depan dan nasib cucu dan cicit saya.”

Sharett menggambarkan dirinya sebagai kolaborator yang bertentangan dengan keinginannya. Dia juga tidak menampik bahwa Israel adalah penjajah.

“Saya adalah kolaborator paksa dengan negara kriminal. Saya di sini, saya tidak punya tempat untuk pergi. Karena usia saya, saya tidak bisa pergi kemana-mana. Dan itu menggangguku. Setiap hari. Pengakuan ini tidak akan meninggalkan saya. Pengakuan bahwa pada akhirnya Israel adalah negara yang menduduki dan melecehkan orang lain,” tutur Sharett.

Bendera Israel
Bendera Israel. Foto: Instagram @stateofisrael

Lebih jauh, Sharett juga mengatakan bahwa tidak ada satu wilayah pun di dunia, di mana penduduk mayoritasnya menyerah begitu saja pada asing pendatang baru yang mengklaim bahwa dahulu nenek moyangnya menempati wilayah tersebut.

“Pernahkah Anda melihat di mana pun di dunia di mana mayoritas akan setuju untuk menyerah pada penjajah asing, yang mengatakan, ‘nenek moyang kita ada di sini,’ dan menuntut untuk memasuki tanah dan mengambil kendali?” kata dia.

“Saya melihat dalam seluruh transformasi, di mana mayoritas (Arab) menjadi minoritas dan minoritas (Yahudi) menjadi mayoritas yang tidak bermoral,” imbuhnya.

Menurutnya, Zionisme telah menghilang karena melanggar janjinya, dan sekarang, agenda nasional Israel adalah ‘darah, kematian, dan kekerasan’.

Yaakov Sharett juga menambahkan bahwa saat ini anak, cucu dan cicit-cicitnya telah pindah ke New York, Amerika Serikat untuk masa depan yang lebih baik, yang mungkin tidak akan didapatkan di Israel.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close