BMW Motorrad berpeluang gantikan Suzuki di MotoGP

- Senin, 13 Juni 2022 | 10:52 WIB
BMW M 1000 RR. (pinterest.com/cycleworld.com)
BMW M 1000 RR. (pinterest.com/cycleworld.com)

Hops.ID - Keputusan Suzuki mundur dari MotoGP membuat kompetisi balap motor tersebut hanya menyisakan lima tim pabrikan, yakni Honda, Yamaha, Ducati, Aprilia dan KTM.

Bos Dorna Sport selaku promotor MotoGP, Carmelo Ezpeleta memastikan, ada sejumlah tim yang berminat mengisi kekosongan tempat Suzuki. Namun, kata dia, hanya tim pabrikan saja yang akan dipilih, bukan tim satelit.

"Jawabannya adalah ya (ada tim pabrikan yang menggantikan Suzuki). Saya tidak bisa menyebut mereknya sekarang. Namun, jika dia sungguh-sungguh minat dan ingin investasi jangka panjang, kami selalu membuka diskusi," ujar Ezpeleta, dikutip Hops.ID dari Speedweek, Senin 13 Juni 2022.

Baca Juga: Penonton MotoGP makin menurun, benarkah efek Rossi pensiun?

Laman yang sama melaporkan, dari sejumlah merek motor di dunia, BMW Motorrad menjadi salah satu nama yang berpeluang menggantikan Suzuki di MotoGP. Apalagi, divisi BMW Motorsport sudah mulai terjun ke roda dua dengan meluncurkan M 1000 RR.

Salah seorang petinggi di BMW mengatakan, sebenarnya BMW Motorrad telah berminat ikut MotoGP sejak lama. Namun, ada sejumlah pihak internal yang menghambat seluruh prosesnya.

“Bagi BMW Motorrad dan BMW AG, MotoGP selalu menjadi dipertimbangkan. Tapi itu tergantung pada siapa yang membuat keputusan akhir," tutur petinggi BMW yang tak mau ditulis identitasnya tersebut.

BMW Motorrad layak gantikan Suzuki di MotoGP

Diketahui, MotoGP merupakan salah satu kompetisi balap dengan anggaran terbesar di dunia. Namun, berkat adanya regulasi ECU standar dan ban satu merek, biayanya bisa ditekan sangat rendah dibandingkan 15 tahun lalu.

Kabarnya, untuk melalui semusim MotoGP, tim harus menyiapkan dana sekira 15 sampai 20 juta euro. Nominal tersebut sama besarnya dengan biaya yang dikeluarkan BMW pada ajang WSBK dan EWC. Namun, di MotoGP, investasinya berkali-kali lipat lebih besar.

Halaman:

Editor: Septian Farhan Nurhuda

Sumber: Speedweek

Tags

Artikel Terkait

Terkini