Kesaksian Abel Camara melihat beberapa orang tewas di Stadion Kanjuruhan

- Senin, 3 Oktober 2022 | 09:08 WIB
Selebrasi Abel Camara saat mencetak gol ke gawang Persebaya Surabaya, Sabtu 01 Oktober 2022 malam WIB. (Instagram.com/@aremafcofficial)
Selebrasi Abel Camara saat mencetak gol ke gawang Persebaya Surabaya, Sabtu 01 Oktober 2022 malam WIB. (Instagram.com/@aremafcofficial)

Hops.ID - Laga antara Arema FC melawan Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan berakhir ricuh. Setidaknya ada 174 nyawa melayang akibat kerusuhan yang terjadi.

Abel Camara, striker Arema FC menjelaskan kronologi kejadian di Stadion Kanjuruhan di Malang.

Abel Camara yang mencetak dua gol pada pertandingan tersebut menyoroti rivalitas antara Arema dan Persebaya yang merupakan musuh abadi.

Baca Juga: Anak jadi korban KDRT, caption lawas ayah Lesti Kejora jadi sorotan netizen: Pas banget buat Rizky Billar

“Ini adalah derby yang sangat lama dan selama seminggu sudah terasa di seluruh kota bahwa itu adalah pertandingan dengan lebih dari tiga poin. Mereka bilang ini adalah permainan hidup dan mati, bahwa kita bisa kalah di setiap pertandingan kecuali yang ini," kata Abel Camara, dikutip Hops.ID dari Mais Futebol, pada 3 Oktober 2022.

Ia membeberkan awal kericuhan dengan matanya sendiri. Sesaat setelah pertandingan selesai, ia dan timnya meminta maaf kepada Aremania.

Aremania yang tak puas dengan hasil kekalahan yang diderita tim kesayangannya masuk ke stadion dan terjadilah bentrokan dengan pihak keamanan. Tindakan ini membuat Abel Camara dkk masuk di ruang ganti.

Baca Juga: Berat badan turun drastis, Fuji stres mikirin Thariq Halilintar disuruh balikan sama mantan?

"Ada ketegangan di udara. Setelah kami kalah, kami pergi untuk meminta maaf kepada para penggemar. Mereka mulai memanjat pagar, pagar, kami pergi ke ruang ganti," lanjut Abel Camara.

Mantan pemain Belenenses SAD itu menjelaskan bagaimana setelah beberapa jam berikutnya ia mendengar tembakan gas air mata.

Ia juga menambahkan bahwa ia melihat dengan jelas sekitar tujuh atau delapan orang tewas.

Baca Juga: Kabar terbaru: Lesti Kejora masih terkapar di rumah sakit, keluarga masih belum mau terima kunjungan tamu

Saat itu, Abel Kamara dan skuad Arema lainnya sempat tertahan di stadion, tetapi beberapa jam kemudian berhasil melepaskan diri untuk sampai ke rumah.

Pada saat melepaskan diri itulah ia sempat melihat darah, pakaian tergeletak, dan mobil polisi yang terbakar.

Halaman:

Editor: Nada Shofura Faradyana

Sumber: maisfutebol.iol.pt

Tags

Artikel Terkait

Terkini