Awan hitam di atas Kanjuruhan, 125 orang meregang nyawa, setelah Arema takluk dari Persebaya 2-3

- Senin, 3 Oktober 2022 | 10:00 WIB
Awan hitam di atas Kanjuruhan. (Instagram@aremaofficial)
Awan hitam di atas Kanjuruhan. (Instagram@aremaofficial)

Lalu, para suporter yang jadi korban dan sempat dibawa ke rumah sakit tak sedikit pula yang akhirnya meninggal dunia.

Baca Juga: Soal tudingan Tempo ke Ketua KPK Firli Bahuri, pengamat hukum: Masih perlu dikalibrasi fakta atau opini

"Jumlah korban meninggal semuanya 125 orang, bukan 129 seperti yang selama ini beredar," terang Kapolri, Jenderal Listyo Sigit Prabowo, dikutip Hops.ID dari PMJ News, Minggu, 2 Oktober 2022.

Lebih lanjut ditambahkan, perubahan angka tersebut karena ada beberapa nama korban yang tercatat ganda.

Dalam konferensi pers yang digelar di depan pintu utama stadion Kanjuruhan, Malang itu, Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan turut pula menjelaskan langkah yang akan diambil.

Baca Juga: Kesaksian Abel Camara melihat beberapa orang tewas di Stadion Kanjuruhan

"Arema tidak boleh bermain di stadion Kanjuruhan lagi sampai akhir kompetisi," tuturnya. "Dan, kompetisi dihentikan sementara selama sepekan", sambungnya.

Sebelumnya, Menpora, Zainudin Amali dalam pembukaan konferensi pers menyampaikan, antara lain, duka cita yang mendalam atas nama Presiden, dan pribadi kepada seluruh keluarga korban.

Bukan cuma korban jiwa, tragedi Kanjuruhan juga menyebabkan kerugian materi yang tidak sedikit.

Baca Juga: Anak jadi korban KDRT, caption lawas ayah Lesti Kejora jadi sorotan netizen: Pas banget buat Rizky Billar

Banyak fasilitas stadion yang hancur, serta belasan kendaraan, termasuk kendaraan milik petugas kepolisian yang rusak dan dibakar.

Akhirnya, tragedi ini menempatkan Indonesia pada posisi kedua korban terbanyak di dunia dalam insiden di kompetisi sepak bola. Urutan pertama, Peru dengan korban jiwa 328, pada 1964. ***

Halaman:

Editor: Dion Yudhantama

Sumber: PMJ News

Tags

Artikel Terkait

Terkini