Sebelum dipukuli, ini syarat polisi kepada salah satu Aremania agar mereka tidak lagi menembakan gas air mata

- Senin, 3 Oktober 2022 | 16:48 WIB
Polisi yang tembakan gas air mata ke arah Aremania. (Istimewa)
Polisi yang tembakan gas air mata ke arah Aremania. (Istimewa)

Hops.ID – Laga Arema FC dan Persebaya pada tanggal 1 Oktober 2022 menjadi peristiwa kelam bagi pendukung klub dengan julukan Singo Edan tersebut, Aremania.

Laga yang berakhir dengan kerusuhan membuat banyak Aremania mengalami luka-luka hingga meninggal dunia.

Tidak hanya Aremania, korban juga datang dari Polisi yang menjadi aparat keamanan laga Arema FC dan Persebaya Surabaya di stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Baca Juga: Catat! Ini sejarah kenapa sepakbola disebut football dan soccer

Laga Arema FC dan Persebaya menjadi pusat perhatian bagi masyarakat Malang dan Surabaya serta Jawa Timur. (Arema FC)

Pada kerusuhan itu, usaha Polisi menggunakan gas air mata menjadi petaka bagi Aremania dan pencetak sejarah kelam dunia sepak bola Indonesia.

Namun, salah satu akun media sosial Twitter mengunggah sebuah video terkait usaha Polisi untuk memberhentikan penembakan gas air mata ke arah Aremania.

Akun Twitter, @adilah_iqbal memposting sebuah momen dimana salah satu Aremania mencoba untuk memohon agar Polisi tidak menembakan gas air mata lagi.

Baca Juga: Cetak gol tunggal di laga Mallorca vs Barcelona, Robert Lewandowski banjir pujian

Halaman:

Editor: Ratih Nugraini

Sumber: Twitter @adilah_qilah

Tags

Artikel Terkait

Terkini