Akmal Marhali beberkan pihak-pihak yang harus bertanggung jawab atas tragedi Kanjuruhan

Dion Yudhantama
- Senin, 3 Oktober 2022 | 18:13 WIB
Aremania yang masuk ke dalam lapangan stadion Kanjuruhan seusai pertandingan Arema FC dan Persebaya (Twitter @mhmmd_faizall)
Aremania yang masuk ke dalam lapangan stadion Kanjuruhan seusai pertandingan Arema FC dan Persebaya (Twitter @mhmmd_faizall)

Hops. ID - Kanjuruhan berdarah. Itulah tragedi mendalam bagi sejarah kelam persepakbolaan Indonesia. Sebuah big match antara Persebaya Surabaya dan Arema FC diharapkan menjadi hiburan, namun berubah menjadi kuburan.

Tragedi duka ini pun spontan menjadi salah satu catatan atas buruknya manajemen penonton panitia penyelenggara pertandingan di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur.

Kejadian ini berawal dari Arema FC yang kalah di hadapan Persebaya Surabaya dengan skor 2-3 di kandangnya sendiri, Stadion Kanjuruhan pada Sabtu, 1 Oktober 2022 lalu.

Baca Juga: Baim Wong dan Paula Verhoeven makin gigit jari! Usai bikin konten prank KDRT, kini dipolisikan

Atas kekalahan ini, para suporter merasa kecewa, hingga diperkirakan 3.000 suporter menerobos lapangan.

Buntutnya, pihak aparat pun dengan brutal menghalau mereka dengan gas air mata. Namun tindakan aparat tersebut malah membuat suporter panik, hingga mereka berhamburan ke berbagai arah, dan menyebabkan kekacauan, yang akhirnya 125 suporter harus meregang nyawa, dan ratusan lainnya luka-luka.

Koordinator Save Our Soccer, Akmal Marhali ikut menyoroti tragedi ini. Dalam sebuah wawancara dengan stasiun televisi CNN Indonesia, Akmal Marhali menyebut siapa-siapa saja pihak yang harusnya bertanggung jawab atas tragedi Kanjuruhan ini.

Baca Juga: Cerdas dan menohok! Andhika Pratama singgung konten KDRT Baim Wong: Demi rating trending

Berikut ini adalah pemaparan Akmal Marhali dalam wawancara tersebut.

Halaman:

Editor: Dion Yudhantama

Tags

Terkini