Tragedi Kanjuruhan dijadikan lelucon, suporter Johor Darul Takzim kena teguran keras Tunku Ismail Idris

- Rabu, 5 Oktober 2022 | 14:13 WIB
Pangeran Johor, Tunku Ismail Idris tegur keras suporter Johor Darul Takzim. (Kolase @hrhcrownprinceofjohor/@mhmmd_faizall/@OfficialJohor)
Pangeran Johor, Tunku Ismail Idris tegur keras suporter Johor Darul Takzim. (Kolase @hrhcrownprinceofjohor/@mhmmd_faizall/@OfficialJohor)

Hops.ID – Sepak bola Indonesia dan Dunia kembali berduka dengan kejadian memilukan dengan tewasnya 125 jiwa Aremania usai laga lanjutan Liga 1 antara Arema FC dan Persebaya Surabaya di stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Tewasnya 125 jiwa Aremania seusai laga Arema FC dan Persebaya Surabaya disebabkan dari upaya Polisi untuk mengamankan pendukung klub berjulukan Singo Edan tersebut.

Aremania turun secara serentak setelah laga Arema FC dan Persebaya Surabaya sebagai bentuk rasa kecewa klub kebanggaan kota Malang kalah tiga kali beruntun di kandang atas klub-klub besar Indonesia, Persija Jakarta, Persib Bandung dan Persebaya.

Baca Juga: Trent Alexander Arnold jadi Man of the Match saat Liverpool melawan Rangers

Aremania yang tidak puas mengejar pemain Persebaya Surabaya sebagai bentuk rasa kesal mereka karena kalah atas rival abadi dan mengejar pemain Arema FC untuk menunjukan rasa kecewa.

Semua pemain Arema FC dan Persebaya berhasil dievakuasi dengan cepat ke dalam stadion Kanjuruhan.

Sebagai bentuk langkah pengamanan, Polisi menembakan gas air mata kearah Aremania yang berada di dalam lapangan dan tribun ekonomi.

Baca Juga: Piala Dunia 2022 Qatar, ini bayangan skuad Timnas Jerman

Ternyata, usaha yang dilakukan oleh Polisi adalah petaka awal kematian 125 Aremania akibat efek dari gas air mata.

Halaman:

Editor: Ratih Nugraini

Sumber: Twitter @GIBOLofficial

Tags

Artikel Terkait

Terkini