Menpora dan NOC Indonesia sosialisasikan gerakan anti doping dan berharap tak disanksi WADA lagi

- Kamis, 1 Desember 2022 | 13:07 WIB
Menpora Zainuddin Amali berharap olahraga Indonesia bebas doping dan terhidar dari sanksi WADA.  (Sumber foto: NOC Indonesia)
Menpora Zainuddin Amali berharap olahraga Indonesia bebas doping dan terhidar dari sanksi WADA. (Sumber foto: NOC Indonesia)

Hops.ID - Indonesia tidak ingin kembali mendapat sanksi disiplin terkait doping. Olahraga Indonesia pun ingin bersih dari doping.

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali memastikan Indonesia menjadi salah satu negara yang memiliki komitmen terhadap olahraga yang bersih dan disiplin terhadap WADA (World Anti-Doping Agency) Code.

Indonesia pernah menerima sanksi dari WADA setahun lalu. Bagi Zainudin Amali, hal itu merupakan pelajaran berharga bagi Indonesia. Ia berharap tidak ada lagi sanksi dari WADA untuk Indonesia.

"Kita boleh menginginkan prestasi sampai tingkat dunia. Tapi prestasi harus kita dapatkan dari kerja keras, pembinaan dan berbagai hal yang positif. Bukan dengan menghalalkan segala cara, termasuk dengan tidak menggunakan doping. Itu sangat dilarang," kata Menpora Zainudin Amali saat menghadiri seminar akbar IADO di Hotel Sultan, Jakarta.

Baca Juga: Terciduk berbuat nakal di Starbucks, Hotman Paris kena tegur CEO bule, yang kemudian terjadi di luar dugaan

"WADA Code itu sangat lengkap. Pada saat kena sanksi saya kira baru kita sadar kita sangat penting tahu tentang anti doping. Saya harap sanksi itu yang terakhir, kita punya pelajaran yang sangat berharga terhadap anti-doping dan sanksi yang kita terima," ujar Menpora dari rilis NOC Indonesia yang diterima Hops.ID pada Kamis, 1 Desember 2022.

Sementara itu, Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) Raja Sapta Oktohari menyebut pentingnya sosialisasi doping kepada seluruh stakholder olahraga nasional untuk menghindari sanksi WADA di kemudian hari.

Apalagi, terkini Indonesia memiliki IADO atau Indonesia Anti-Doping Organization yang telah berjalan sesuai dengan tata kelola yang profesional dan merujuk kepada WADA.

Dalam pengelolaannya, Oktohari mengatakan IADO harus komunikatif dan mengikuti WADA Code.

Halaman:

Editor: Cesaria Hapsari

Tags

Artikel Terkait

Terkini