Arsene Wenger sorot peforma Jerman dan Denmark di Piala Dunia 2022: Fokus permainan, bukan politik!

- Senin, 5 Desember 2022 | 11:28 WIB
Arsene Wenger
Arsene Wenger

Hops.ID - Mantan manajer Arsenal, Arsene Wenger, menilai bahwa kegagalan tim-tim besar lolos ke babak 16 besar Piala Dunia 2022 disinyalir karena kampanye politik yang mereka lakukan.

Seperti yang diketahui, Jerman dan Denmark merupakan dua negara yang paling vokal bersuara perihal masalah hak asasi manusia, khususnya isu LGBTQ. 

Mereka mengkritik pihak penyelenggara karena melarang atribut pelangi selama gelaran turnamen berlangsung. Dalam laga Jerman kontra Jepang misalnya, para pemain Die Mannschaft melancarkan aksi tutup mulut sebagai bentuk protes.

Baca Juga: Jerman Menang Atas Kosta Rika Tapi Harus Tersingkir Di Piala Dunia 2022 : Berikut 5 Fakta Menarik Der Panzer

Pada pertandingan itu, Jerman yang diunggulkan justru harus menelan kekalahan 1-2 oleh Jepang di partai pembuka Piala Dunia 2022. Di samping itu, Jerman selama penyisihan grup hanya mampu meraih empat poin, kalah selisih gol dengan Spanyol yang juga memiliki poin sama.

Hansa Flick pelatih timnas Jerman mengatakan jika kekalahannya atas Jepang di Piala Dunia 2022 Qatar bukan karena aksi protes tutup mulut soal One Love (Twitter/@DFB_Team_EN)

Sementara Denmark pun juga tidak bisa berbuat banyak. Tim berjuluk Dinamit tersebut hanya mampu mendapatkan satu poin dan menjadi juru kunci di grup mereka.

Ketika ditanya fenomena tersebut, Arsene Wenger menyinggung gimmick politik turut andil mempengaruhi performa suatu tim.

"Ketika sebuah tim pergi ke Piala Dunia, semua tahu mereka tidak boleh kalah di pertandingan pembuka. Tim-tim seperti Prancis, Inggris, dan Brazil bermain bagus pada laga pertama," kata Wenger dikutip dari laman Sky Sports Senin, 5 Desember 2022.

Baca Juga: Usai ditaklukkan dengan skor tipis oleh Australia, Christian Eriksen gagal membawa Denmark ke 16 besar

"Tim-tim yang siap secara mental, dengan pola pikir untuk fokus pada kompetisi, dan bukan demonstrasi politik," ujarnya menambahkan. 

Pria berusia 73 tahun itu diketahui kini menduduki jabatan di FIFA sebagai kepala pengembangan sepakbola global. Mengutip laman resmi FIFA, Wenger akan bertanggung jawab untuk mengawasi dan mendorong pertumbuhan dan perkembangan olahraga untuk pria dan wanita di seluruh dunia.

Dia juga akan menjadi otoritas terkemuka dalam masalah teknis, baik sebagai anggota panel sepak bola dan penasihat teknis yang terlibat dalam proses peninjauan dan pengambilan keputusan IFAB, tentang potensi perubahan pada aturan-aturan permainan sepak bola (Laws of the game), dan sebagai ketua Studi Teknis FIFA Grup, yang telah melakukan analisis teknis turnamen FIFA sejak 1966.

Baca Juga: Setelah Karnisya, Aqshal Ilham putra Teddy Syach akui keluarga nyecar soal tingkah Anne Kurniasih: Baik atau..

Halaman:

Editor: Dion Yudhantama

Sumber: FIFA, Sky Sports

Tags

Artikel Terkait

Terkini