Berkat kebijakan pengurangan konsumsi alkohol, para supporter perempuan di Piala Dunia 2022 Qatar merasa aman

- Rabu, 7 Desember 2022 | 15:53 WIB
Penjualan alkohol di Qatar berkurang, penggemar perempuan merasa aman untuk nonton Piala Dunia 2022 (Twitter @Carl_Portman)
Penjualan alkohol di Qatar berkurang, penggemar perempuan merasa aman untuk nonton Piala Dunia 2022 (Twitter @Carl_Portman)

Hops.ID- Piala Dunia 2022 kini telah memasuki babak perempat final, meskipun dalam penyelenggaraannya di liputi berbagai kontroversi karena aturannya yang cukup ketat, namun kebijakan Qatar selaku tuan rumah Piala Dunia banyak menuai apresiasi.

Salah satu kebijakan Qatar yang diapresiasi adalah pengurangan konsumsi alkohol. Seperti yang diketahui, sebelum Piala Dunia 2022 bergulir Qatar telah membuat aturan ketat bagi para supporter yang mengonsumsi alkohol.

Aturan pemerintah Qatar soal konsumsi alkohol memang banyak ditentang oleh beberapa pihak, namun bagi para supporter perempuan dengan adanya kebijakan pengurangan konsumsi alkohol itu membuat pengalaman menonton Piala Dunia terasa lebih aman.

Baca Juga: 8 Fakta menarik Joao Felix, striker muda timnas Portugal yang parasnya disebut mirip Ricardo Kaka

Ellie Molloson yang merupakan duta kampanye dalam mengatasi seksisme di sepakbola yang dikenal dengan HerGameToo mengatakan bahwa ayahnya sangat khawatir sehingga dia menemaninya, akan tetapi ternyata hal itu tidak diperlukan.

"Saya mengharapkan tempat yang sangat berbahaya bagi wanita. Saya tidak berpikir saya akan aman di sini, datang ke sini bukan itu masalahnya, sebagai penggemar wanita keliling saya dapat mengatakan bahwa saya merasa sangat aman, " kata Ellie  Molloson pada wawancaranya sebagaimana yang dilansir dari Reuters pada Rabu, 7 Desember 2022.

Gadis yang diketahui berusia 19 tahun itu mengatakan dengan pengurangan penjualan alkohol itu berkontribusi untuk mengurangi suasana mesum di sekitar pertandingan Piala Dunia.

Baca Juga: Diperlakukan semena-mena oleh kru film, Reza Rahadian auto ngamuk: Karena sakit banget masalahnya

"Saya pikir itu sebenarnya karena masyarakat yang lebih konservatif secara sosial. Saya pikir alkohol berkontribusi sedikit lebih banyak pada permusuhan, daripada hal-hal seperti catcalling, wolf whistle, dan pelecehan seksual," jelasnya.

Halaman:

Editor: Wefni Azlen

Sumber: Reuters

Tags

Artikel Terkait

Terkini