Trending

Pajak sembako, Bu Sri Mulyani ingat waktu miskin dulu! jangan mentang-mentang…

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati disindir politikus Partai Demokrat, Andi Arief berkaitan dengan pajak sembako dan pajak pertambahan nilai sektor perkebunan, kehutanan, peternakan dan perikanan yang tertuang dalam draf Rancangan UU perubahan kelima Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (RUU KUP). Sri Mulyani disindir saat dulu miskin.

Anak buah Agus Harimurti Yudhoyono itu menyindir hai Sri Mulyani ingat waktu miskin dulu kan Anda dulu pernah miskin, kok main mau mengenakan pajak pada sembako dan sektor lainnya tersebut.

Bu Sri Mulyani ingat dulu pernah miskin lho

Politisi Demokrat Andi Arief. Foto: Ist.
Politisi Demokrat Andi Arief. Foto: Ist.

Politikus Andi Arief mengingatkan Sri Mulyani jangan main mengenakan pajak pada komoditas untuk masyarakat umum. Pajak sembako ini bisa menyusahkan orang miskin. Andi menyindir dulu kan kondisi Sri Mulyani pernah miskin juga. Jadi jangan lah pendidikan mentereng tapi malah menyusahkan orang miskin.

“PPN sembako diberlakukan, mohon Ibu SMI ingat waktu miskin. Dulu kan pernah miskin. Jangan mentang-mentang sekarang sudah naik kelas jadi orang punya. Sekolah tinggi-tinggi bukan untuk menyengsarakan rakyat,” tulis Andi dalam cuitannya di kutip Jumat 11 Juni 2021.

Nah cuitan itu dibalas bekas staf khusus Presiden SBY, Heru Lelono, melalui akun @her_alone. Dengan nada diplomatis, Heru membalas cuitan Andi Arief dengan mengatakan yang marah ke Sri Mulyani dong, harusnya marahnya ke atasan menteri.

“Kalau marah jangan ke Menteri. Rakyat gak milih Menteri. Rakyat milihnya Presiden,” tulis Heru.

Salahkan dokumen bocor sepotong-potong

Menkeu Sri Mulyani. Foto: Antara.
Menkeu Sri Mulyani. Foto: Antara.

Sedangkan Sri Mulyani bukan tanpa penjelasan lho. Menteri yang pernah menjadi pejabat internasional ini mengakui memang ada usulan pengenaan PPN pada sembako dan sekolah tapi sayangnya dokumen tersebut bocor sepotong-potong alias tidak utuh. Sehingga respons masyarakat pun telanjut menuding pemerintah tidak pro rakyat gitu.

“Yang kemudian di-blow up dan seolah-olah menjadi sesuatu yang tidak bahkan mempertimbangkan situasi hari ini,” jelasnya dikutip dari Suara.com.

Sri Mulyani pun mengeluhkan munculnya teknik hoax yang bagus melalui narasi pajak barang mewah untuk mobil nol persen dan sembako malah dipajaki.

Lantaran dokumen pengenaan tambahan PPN yang bocor padahal dokumen sudah diserahkan ke DPR, akhirnya Sri Mulyani enggan menjelaskan keseluruhan arsitektur perpajakan pemerintah di depan anggita Komisi pajak DPR.

Dalam rapat dengan Komisi IX DPR yang membahas PPN untuk sektor sembako dan dan lainnya pada Kamis 10 Juni 2021, Sri Mulyani dicecar banyak pertanyaan keras. Termasuk salah satunya dari politikus dari Fraksi PDIP, Andrea Eddy Susetyo.

Anggota DPR Ini berang sebab dia ditanya oleh konstituen soal pajak sembako, sedangkan dia belum menerima draf penambahan PPN yang dimaksud.

“Mereka nggak percaya ‘lho terus kamu kerjanya apa?’ mereka mempertanyakan,” tutur Andreas Eddy Susetyo.

Anggota Komisi IX dari Partai Golkar, Puteri Anetta Komarudin pun menyesalkan kenapa ada wacana pajak sembako, apa pemerintah tak mencoba alternatif penerimaan pajak lain selain sembako gitu, apalagi kondisi masyarakat kini sedang sulit karena pandemi Covid-19.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close