Trending

Sri Mulyani Jago keuangan, ujungnya tetap minta bantuan Allah SWT

Menteri  Keuangan Sri Mulyani Indrawati tengah merasakan dag dig dug atas kondisi pandemi covid-19 yang sedang menanjak angkanya belakangan ini. Tentu kekhawatiran Sri Mulyani tak lain soal anggaran negara untuk tanggulangi pandemi, meski jago soal keuangan Sri Mulyani tetap saja minta bantuan Allah SWT.

Hal tersebut diungkapkan Sri Mulyani yang sedang pusing memikirkan kondisi Indonesia yang baru saja beranjak perkonomian dari keterpurukan pandemi 2020, kini kembali ditimpa kondisi pandemi yang kembali terjadi.

“Marilah kita semua terus memanjatkan doa kepada Allah Tuhan Yang Maha Esa agar pandemi ini dapat segera berakhir dan kita atasi dengan baik,” ujar Sri Mulyani dalam rapat paripurna yang membahas pertanggungjawaban pelaksanaan APBN tahun 2020, Kamis 15 Juli 2021.

Presiden Joko Widodo, berbincang dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawat. Foto: Tempo/Subekti
Presiden Joko Widodo, berbincang dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawat. Foto: Tempo/Subekti

Dalam laporan pertanggung jawaban pelaksanaan APBN tahun 2020 lalu pada Kamis 15 Juli 2021, dengan DPR RI, Sri Mulyani memutuskan pemangkasan anggaran kementerian atau lembaga dan tunjangan keuangan daerah dan dana desa sebesar Rp31 triliun.

Katanya pemangkasan tersebut ditujukan untuk menambah biaya penanganan Covid-19 di dalam negeri. Pemangkasan anggaran tersebut dilakukan untuk dialihkan ke anggaran kesehatan yang dibutuhkan negara.

Dengan demikian Kementerian keuangan telah melakukan perubahan anggaran, dengan menaikkan anggaran kesehatan tahun ini dari 182 triliun menjadi 194 triliun yang bertujuan untuk penanganan covid-19.

Menkeu Sri Mulyani. Foto: Antara.
Menkeu Sri Mulyani. Foto: Antara.

Meski demikian, hingga saat ini realisasi anggaran kesehatan dalam program pemulihan ekonomi nasional hingga 18 Juni 2021 baru sebesar Rp39,55 triliun.

Situasi pandemi Covid-19 di Indonesia yang terus mengalami peningkatan angka positif dan kematian membuat dag dig dug Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indarwati.

Berdasarkan data Satuan tugas Penanganan Covid-19 per Kamis ini (15/7), kasus positif meningkat hingga 56.757 orang, dan totalnya sudah mencapai 2.726.803 orang.

Untuk pasien Covid-19 yang meninggal dunia, hari ini masih bertambah cukup tinggi yaitu sebanyak 982 orang. Jika ditotal, kasus Covid-19 yang meninggal sudah tembus 70.192.

Dalam rapat paripurna dengan DPR RI hari ini, Sri Mulyani mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk memperbanyak doa di tengah situasi darurat Covid-19 di dalam negeri.

“Marilah kita semua terus memanjatkan doa kepada Allah Tuhan Yang Maha Esa agar pandemi ini dapat segera berakhir dan kita atasi dengan baik,” ujar Sri Mulyani dalam rapat paripurna yang membahas pertanggungjawaban pelaksanaan APBN tahun 2020, Kamis (15/7).

Menteri Keuangan Sri Mulyani
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyampaikan pemaparan melalui video confenrence di Pendopo Wali Kota Banda Aceh, Aceh, Jumat (17/4/2020). Foto: Antara

Namun begitu, Sri Mulyani mengatakan bahwa saat ini lonjakan kasus Covid-19 tidak hanya terjadi di Indonesia, tapi juga seluruh dunia. Sehingga menururtnya, dampak krisis kesehatan bukan hanya dirasakan masyarakat tanah air, tapi juga negara-negara tetangga.

“Kami telah menyaksikan gelombang kenaikan kasus yang luar biasa, sehingga mengancam kemampuan fasilitas kesehatan dan tenaga kesehatan, serta menciptakan tekanan sosial dan dampak negatif bagi masyarakat,” tandasnya.

Topik

1 Komentar

  1. Topik headline gak pantes !!!
    Jurnalis ada etika jg kan, seluruh dunia pandemic, bkn indo aja, pd cemas dgn ekonomi msng2 negara, cb kl km merasa pintar, km urus deh keuangan indo,

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close