Trending

Statemen pedas FPI usai Ustaz Maaher ditangkap Polisi

Aparat Bareskrim Polri menangkap Ustaz Maaher At Thuwalibi alias Soni Ernata. Dia ditangkap atas kasus dugaan penghinaan terhadap kiai sepuh NU, Habib Luthfi bin Yahya.

Dia dianggap menghina Habib Luthfi usai mengunggah foto beliau berbalut sorban dan menyebutnya ‘cantik pakai jilbab’. Foto itu diketahui dia unggah untuk mengomentari seorang warganet bernama @gunduladul.

“Iya tambah cantik pakai jilbab, kayak kyainya Banser ini ya,” ujar Maaher beberapa waktu lalu.

Namun ketika ditelusuri, cuitan tersebut telah dihapus oleh Ustaz Maaher. Di mana cuitan itu diduga telah dibuat lama, sekitar Agustus lalu.

Terkait hal ini, Maaher sempat menjelaskan jika dirinya tak bermaksud menghina Habib Luthfi. Akan tetapi, katanya, ada pihak-pihak yang sengaja menggoreng cuitannya untuk menyudutkan dia.

“Soal foto Habib Luthfi yang digoreng cebong untuk menyudutkan saya, itu sudah lama. Tidak ada penghinaan sama sekali di sana,” kata Maaher.

Ustaz Maaher ditangkap FPI bersuara

Sementara itu, terkait ditangkapnya Maaher oleh Polisi, Wakil Sekretaris Jenderal PA 212, Novel Bakmumin angkat bicara. Dia menyatakan prihatin dengan ditangkapnya Maaher. Apalagi prosesnya secepat kilat.

Dia pun membandingkan proses hukum terhadap Maaher dengan penegakkan hukum kepada para penista agama.

Ketua Media Center PA 212 Novel Bamukmin. Foto: Antara.
Ketua Media Center PA 212 Novel Bamukmin. Foto: Antara.

“Luar biasa sangat cepat secepat kilat bahkan bengis banget beda dengan para penista agama diperlakukan dengan santun bahkan malah mendapat posisi bagus dan terhormat,” tuturnya disitat Suara, Kamis 3 Desember 2020.

“Benar-benar Indonesia sudah jauh dari keadilan bahkan dengan bangga mempertontonkan ketidakadilan,” katanya lagi.

Senada turut disampaikan Sekretaris Umum Front Pembela Islam atau FPI, Munarman. Dia lantas menyoroti penerapan UU ITE yang dipakai Polri dalam menjerat Ustaz Maaher.

Munarman FPI. Foto: Antara
Sekretaris Umum Front Pembela Islam (FPI) Munarman. Foto: Antara

Munarman mengungkapkan, sudah sejak lama dirinya berpendapat bahwa penerapan UU ITE seharusnya diperuntukan untuk melindungi data pribadi dan melindungi bisnis transaksi online sedang marak.

“Jadi bukan untuk digunakan jadi UU politik,” kata Munarman.

Topik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close