Trending

Bahan makanan menipis, Kim Jong Un minta warga serahkan anjing peliharaan

Diktator Korea Utara, Kim Jong Un memerintahkan semua anjing peliharaan warga di Ibukota Pyonyang ditangkap. Kim Jong Un juga melarang siapa saja memiliki hewan peliharaan, apa alasannya?

Kim Jong Un diketahui mengeluarkan arahan pada bulan Juli 2020 ini kepada pasukannya untuk menyita hewan peliharaan milik warga di Ibukota Pyongyang Korea Utara. Menurut Kim Jong Un, kepemilikan hewan peliharaan memicu pencemaran ideologi Korut.

Baca juga: Jarang terjadi, Kim Jong Un nyetir sendiri Lexus 570 datangi korban banjir

Surat kabar Korea Selatan berbahasa Inggris, Chosun Ilbo menulis bahwa Kim menganggap tren memelihara binatang bisa mencemari warga Korut degan ideologi borjuis.

“Orang-orang biasa di Korut hanya memelihara babi dan ternak untuk konsumsi mereka. Namun belakangan pejabat tinggi dan konglomerat di Korut mulai memelihara hewan seperti aning dan kucing. Hal itu memicu kebencian di kalangan kelas bawah,” tulis di media tersebut, dilansir laman Newyorkpost.

Kim Jong Un dalam rapat Polkitbiro 11 April 2020
Kim Jong Un dalam rapat Polkitbiro 11 April 2020. Foto Mirror/PA

Pihak berwenang utusan Kim Jong Un telah mengidentifikasi beberapa rumah yang memelihara anjing, dan beberapa telah dipaksa untuk menyerahkan peliharaan mereka.

Selain itu pemerintah Pyong yang juga menilai bahwa memiliki hewan peliharaan merupakan bentuk sikap pemborosan yang mencerminkan kaum kapitalis.

Di sisi lain, para pemilik anjing mengaku sangat khawatir peliharaan mereka akan berakhir di meja makan. Apalagi kini kondisi Korut sedang kekurangan pasokan makanan.

“Bisa jadi anjing kami berakhir di meja makan, karena kini negara (Korut) sedang kesulitan makanan. Mungkin saja akan dijadikan bahan konsumi massal,” ujar salah seorang penduduk Pyongyang yang dirahasiakan identitasnya.

Banyak masyarakat yang mengutuk perlakuan Kim Jong Un, namun apa daya mereka hanya bisa diam dan menyesalinya.

Rakyat Korea Utara juga diimbau makan kura-kura

Rakyat Korut memang sedang kekurangan pasokan makanan. Sebelum penyitaan hewan peliharaan ini, Kim Jong Un telah memerintahkan warganya untuk memakan terrapin (sejenis kura-kura di air tawar).

Para ilmuwan negeri komunis itu bahkan memperkenalkan pil pelangsing serta ramuan untuk mengurangi obesitas dari setiap warganya.

Jutaan rakyat Korea Utara harus berhadapan kelaparan karena sanksi yang dijatuhkan PBB, buntut kebijakan Kim Jong Un untuk menggelar uji coba nuklir.

Selain itu, perbatasan yang ditutup karena mewabahnya virus corona juga membuat masyarakat Korut semakin kesulitan mendapatkan makanan. Berdasarkan keterangan dari situs resmi Korut, Naenara, publik mendapat instruksi apa yang harus mereka konsumsi di tengah berkurangnya nasi, jagung, dan ikan.

“Sejak zaman dahulu, terrapin sudah digunakan sebagai hidangan mewah karena rasnaya yang enak dan nutrisinya melimpah,” ulas situs Naenara.

Berdasarkan klaim peneliti, spesies kura-kura itu mempunyai kandungan protein, asam amino, dan vitamin untuk mengobati hipertensi maupun penyakit lainnya. “Darahnya, tempurung, hingga tulangnya sudah lama digunakan dalam pengobatan Koryo,” terang ilmuwan.

Menurut peneliti Korea Utara, darahnya bisa digunakan untuk anak yang mempunyai tubuh lemah, dan bisa disajikan mentah hingga dijadikan bubur.

Situs tersebut menyarankan kepada warga untuk berburu reptil itu, sekaligus mulai menangkap hewan yang disebut burung pengantong.

Selain itu, Pyongyang juga merekomendasikan teh pelangsing yang dikembangkan sains setempat, di mana konsumen akan “selalu merasa kenyang”. Tetapi, berat mereka bisa berkurang hingga 10 kilogram dalam 40 hari.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close