Unik

Studi: Ternyata planet Mars dulunya tertutup lapisan es

Planet Mars dikenal dengan warna merah menyala dan menjadi planet yang disebut layak huni selain Bumi. Studi terbaru mengatakan, planet merah tersebut dulunya pernah tertutupi oleh lapisan es.

Beberapa penelitian telah mengungkapkan bahwa Mars memiliki air yang terperangkap di lapisan es kutubnnya.

Baca juga: Sering terbangun tengah malam? Ikuti 6 cara ini agar tidur kembali

Ilmuwan terus menelusuri untuk membuktikan betapa basahnya planet ini miliaran tahun yang lalu, yang akan menggiring kepada tanda-tanda kehidupan di planet Mars.

Sebuah studi terbaru mengungkapkan, Mars pada awal kehidupannya tertutup lapisan es.

Pernyataan ini, melansir IFL Science, tentu bertolak belakang dengan teori kebanyakan yang menyebutkan bahwa Mars dulunya adalah planet yang hangat dan basah.

Hipotesis Mars yang basah pada masa lalu mengindikasikan bahwa sungai, lautan dan curah hujan pernah eksis di planet tersebut.

Salah satu bukti utama yang dikemukakan adalah adanya jaringan lembah yang luas di bagian selatan planet Mars.

Mars. Foto: NASA.
Mars. Foto: NASA.

Lembah tersebut sangat mirip dengan cekungan drainase sungai di Bumi, yang diukir oleh air hujan, es dan salju yang membentuk sungai saat mengalir menuruni lereng gunung.

Lembah tersebut terbentuk sekitar 3,5 hingga 3,9 miliar tahun yang lalu. Jika lembah ini benar-benar terbentuk oleh aliran sungai, itu artinya iklim Mars pada waktu itu hangat dan basah.

Dengan demikian, kemungkinan kondisi Mars saat itu memungkinkan untuk mendukung adanya kehidupan.

Namun, studi dari Nature Geoscience yang dipimpin Anna Grau Galofre dari University of British Columbia, mengklaim bahwa jika diamati lebih dekat, lembah-lembah tersebut memiliki banyak kesamaan dengan saluran subglasial di kawasan Arktik di Kanada yang dibentuk oleh air yang mencair di bawah es glasial, bukan sungai.

“Selama 40 tahun terakhir, sejak lembah Mars pertama kali ditemukan, asumsinya adalah bahwa sungai pernah mengalir di Mars, mengikis, dan berasal dari semua lembah ini,” kata Grau Galofre.

Ia melanjutkan, ada ratusan lembah seperti itu di Mars dan semuanya terlihat berbeda satu sama lain.

“Lembah terlihat sangat berbeda satu sama lain, menunjukkan bahwa banyak proses yang berperan untuk mengukir lembah-lembah itu,” sambung Galofre.

Gambar komposit yang menunjukkan lembah Maumee Mars (separuh atas) ditumpangkan dengan bekas aliran di Pulau Devon di Nunavut (separuh bawah). Bentuk saluran, serta jaringan keseluruhan, tampak hampir sama. Anna Grau Galofre via IFL Science.

Dalam penelitiannya, Galofre dan tim menganalisis bentuk lembah lebih dari 10 ribu lembah Mars. Mereka menggunakan data yang dikumpulkan dari Mars Global Surveyor dan melakukan survei terhadap planet tersebut antara tahun 1996 dan 2006.

Dengan melihat ciri-ciri fisik lembah, Galofre menentukan bahwa meskipun beberapa lembah memiliki ciri yang menunjukkan bahwa mereka dibentuk oleh sungai, tetapi banyak juga yang tampak seperti dibentuk oleh gletser.

Galofre menegaskan, temuan ini memperkuat teori Mars pada masa lalu yang dingin dan diselimuti es, dan menentang teori yang menyebut bahwa Mars pada masa lalu merupakan planet yang hangat dan basah. (re2)

Topik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close