Trending

Suara bergetar dan terisak-isak, Gus Mus memohon: Tolong ustaz, habib…

Pengasuh Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin, KH Mustofa Bisri atau yang acap disapa Gus Mus baru-baru ini menyampaikan permohonannya kepada tokoh agama Islam untuk kembali menghadirkan akhlak mulia Rasulullah SAW. Bahkan, Gus Mus menyampaikannya hal tersebut sambil mengucurkan air mata.

Dikutip dari video berjudul Umat Rindu Akhlak Rasulullah di saluran Youtube resminya, Gus Mus merasa prihatin dengan fenomena keagamaan yang terjadi belakangan ini. Sebab, kata dia, ada banyak kegaduhan yang melibatkan sesama umat Islam.

Gus Mus. Foto: Youtube

Itulah mengapa, Gus Mus meminta para kiai, ustaz, dan habib memberi teladan yang baik kepada seluruh jemaahnya. Dia juga meminta supaya mereka bisa menghadirkan kembali akhlak mulia seperti yang diajarkan Nabi Muhammad SAW.

“Umat ini betul-betul rindu kepada akhlak Rasulullah SAW. Rindu pada perilakunya yang santun. Tolong kepada para kiai, ustaz, dan habib, hadirkan kembali akhlak Rasulullah SAW. Kasih sayangnya pada sesama. Dakwa Rasulullah yang mengajak, tolong itu hadirkan,” pintanya dengan suara bergetar, dikutip Kamis 3 Desember 2020.

“Tolong tampilkan itu dalam perilaku. Agar orang yang awam dan lugu-lugu ini bisa meniru. Mudah-mudahan ini menjadi jariyah kalian, kalau Anda sudi menampilkan akhlak Rasulullah dalam masyarakat terutama yang sekarang ini. Cukup itu, cukup itu,” sambungnya.

Gus Mus. Foto: Youtube

Menurut tokoh Mustasyar Nahdlatul Ulama (NU) tersebut, saat-saat ini bisa disaksikan bersama-sama, banyak orang-orang yang ingin mengajak ke surga tapi dengan cara neraka. Selain itu, kata dia, banyak amar ma’ruf nahi munkar yang tidak lagi berlandaskan kasih sayang, melainkan kebencian.

“Amar ma’ruf nahi munkar itu sebenarnya adalah manifestasi dari kasih sayang. Orang tidak akan ber-amar ma’ruf dan ber-nahi munkar terhadap sesama kalau dia tidak menyayangi sesama,” terangnya.

Gus Mus sebut pentingnya teladani Rasulullah dengan kasih sayang

Gus Mus mengatakan, ilmu bisa dipelajari melalui buku dan internet, namun meneladani Rasulullah belum tentu. Bahkan, di internet, Rasulullah sering digambarkan keliru alias tidak sesuai aslinya. Sebab, kata dia, Rasulullah selalu bicara mengenai akhlak dan kasih sayang. Sementara dua hal tersebut jarang terlihat saat ini.

“Rasulullah tidak berkata-kata, itu sudah mengajak dan menarik, karena wajahnya selalu tersenyum, selalu ramah, selalu menyambut. Orang kalau normal dan mendapat hidayah Allah, melihat Rasulullah saja pasti menarik, apalagi kalau bicara. Lembut, tidak pernah menyinggung orang, tak pernah mencaci dan menghina.”

Kenapa? Karena panduan yang diberikan gurunya, Alquran, itu memang menyuruh untuk demikian. Rasulullah adalah pengamal pertama dari Alquran,” kata dia.

Topik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close