Trending

Sudjiwo Tedjo urai alasan logis Habib Rizieq diagungkan umat, soalnya…

Budayawan asal Jawa Timur, Sudjiwo Tedjo baru-baru ini bicara panjang lebar mengenai pimpinan Front Pembela Islam atau FPI, Habib Rizieq Shihab. Dia mengatakan, ada berbagai hal yang membuat Habib Rizieq dicintai dan diagungkan sejumlah umat. Lantas, apa saja gerangan?

Pada forum diskusi bertajuk ‘Setelah Protokol Kesehatan Dilanggar’ di program Indonesia Lawyers Club atau ILC tvOne, Sudjiwo Tedjo mengajak audiens merenung, mengapa Habib Rizieq bisa dicintai banyak orang? Bahkan, penjemputan dia di bandara menjadi fenomena luar biasa yang sulit sekali terulang.

Baca juga: Kyai NU tantang Habib Rizieq temui TNI, jangan bisanya cuma ngehina

Habib Rizieq. Foto: Youtube
Habib Rizieq. Foto: Youtube

Jawabannya, kata dia, sangat sederhana. Saat ini, tak ada sosok lain yang layak dijadikan idola. Itulah mengapa, Habib Rizieq dengan segala manuvernya menjadi sosok yang dielukan banyak pihak.

“Kenapa sih orang kayak ‘begitu’ kok jadi idola? Mari kita merenung, mengapa orang kayak gitu bisa jadi idola? Karena enggak ada idola lain. Kenapa enggak ada idola lain? Kenapa enggak ada orang-orang yang seperti itu sekarang? Kenapa?” ujar Sudjiwo Tedjo, dikutip Senin 23 November 2020.

Sudjiwo Tedjo menjelaskan, saat ini kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah sudah luntur.  Sebab, ada sejumlah janji yang belakangan mereka langgar. Maka, dalam kasus tersebut, Habib Rizieq yang acap menyuarakan perlawanan terhadap kemunkaran, terlihat bagaikan harapan.

“Saya mau ajak merenung, mengapa banyak orang enggak percaya dengan pemerintah? Kemarin pas ada Pak Mahfud, saya bilang, sekarang jangankan ngomongin COVID-19. Ngomong dua tambah dua sama dengan empat, kalau pejabat yang bilang rakyat juga gak percaya,” terangnya.

“Karena apa? Karena tumpukan-tumpukan ketidakadilan (yang terjadi di dalam negeri),” sambungnya.

Habib Rizieq Shihab.
Habib Rizieq Shihab. Foto: YouTube/Front TV

Lebih jauh, Sudjiwo Tedjo menilai, ada sejumlah pihak—terutama di kursi pemerintahan—yang pada mulanya menyepelekan sosok Habib Rizieq. Padahal, pria yang acap mengenakan sorban putih itu punya massa besar dan tersebar di mana-mana.

“Mari kita hindari, apakah betul kepulangan Habib Rizieq ini tidak diketahui polisi? Saya jelek-jelek gini, temen saya menteri semua. Rata-rata mereka ngomong, ini kecil. Habib ini kecil. Sehingga masuk akal ketika dipersilakan untuk menyambut. Ternyata JEDERRRR! Ramai yang datang,” tegasnya.

Sudjiwo Tedjo bicara kerumunan Habib Rizieq

Pada kesempatan yang sama, Sudjiwo Tedjo juga bicara mengenai kepulangan Habib Rizieq yang memicu banyak kerumunan massa. Namun, perlu dipahami, hal tersebut bukan sepenuhnya salah Habib Rizieq. Sebab, kerumunan juga bisa tercipta saat pemerintah menetapkan libur panjang.

“Jangan soal (kerumunan) di Petamburan, soal libur juga, kenapa harus ada libur panjang segala? Jadi kalau ada klaster baru, kita bisa mikir esensial, yang salah mereka yang berkerumun atau yang menciptakan libur panjang? Kita coba mikir esensial sekarang,” kata dia.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close