Trending

Ditantang sumpah Alquran soal pasien Covid-19, perawat lari dan nangis

Belakangan ini sebagian masyarakat takut memeriksakan diri ke rumah sakit. Musababnya, masyarakat khawatir saat periksa kesehatan atau berobat bakal divonis positif Covid-19. Sudah jamak diketahui masyarakat, saat ini banyak rumah sakit yang menerapkan protokol Covid-19, yaitu tes swab dan lainnya bagi pasien yang periksa ke rumah sakit. Nah ada kejadian perawat lari dan nagis ditantang sumpah Alquran Covid-19

Kamu berkali-kali membaca berita kan, ada keluarga pasien yang berontak melawan vonis positif Covid-19. Beberapa kejadian keluarga pasien merasa curiga, pasien nggak kenapa-kenapa atau sakit lain, tapi kok bisa-bisanya divonis positif Covid-19.

Baca juga: Bikin iri, 5 artis ini berhasil jadi istri konglomerat Tanah Air

Bawa Alquran atau kitab suci lain

Alquran
Jemaah membawa Alquran di Masjidil Haram. Foto Instagram @quranmushafmadinah

Mengingat rasa khawatir soal vonis Covid-19, ada kejadian unik dari keluarga pasien di Banjarmasin, Kalimantan Selatan yang sampai menyiapkan kitab suci Alquran sebagai jaga-jaga.

Dan ternyata bekal Alquran itu berharga berguna lho, sebab dokter dan perawat sebuah rumah sakit menolak sumpah di atas Alquran atas pasien yang divonis Covid-19.

Atas pengalaman ini sebuah akun media sosial yang mengampanyekan melawan konspirasi Covid-19 menyarankan tips jitu tersebut.

“Tips untuk keluarga pasien yang berobat tanpa gejala, bawa Alquran saat ke RS. jika pasien divonis positif Covid tantang dokter dan perawat untuk bersumpah du atas kitab Suci, berani tidak? Buat teman-teman beragama lain silakan bawa kitab suci agama masing-masing,” tulis akun @teluuur dikutip Senin 13 Juli 2020.

Takut sumpah Alquran

Petugas medis intens merawat pasien corona
Petugas medis intents rawat pasien corona Foto: Reuters

Akun ini membagikan pengalaman sebuah keluarga pasien yang melawan vonis Covid-19 dengan sumpah Alquran. Pengalaman itu dibagikan melalui komunikasi direct messenger akun Instagram.

Jadi ceritanya, seorang ketua RT menceritakan kepada menantunya, ada warganya yang sakit akhirnya menginap di rumah sakit. Warganya yang sudah berumur ini sakit biasa bukan Covid-19.

Beberapa hari dirawat, sang pasien tersebut meninggal dunia dan divonis positif Covid-19 oleh rumah sakit. Keluarga pasien yang meninggal ini melawan, tidak terima dengan vonis positif virus Corona 2019.

Merasa janggal, keluarga pasien ini datanglah mereka ke rumah sakit berbekal Alquran di dalam tas,” tulis sang menantu RT itu dalam komunikasi ke akun @teluuur.

Sesampainya di rumah sakit, keluarga pasien mengurus administrasi selama perawatan. Selesai membayar administrasi, keluarga pasien meminta jenazah pasien di bawa pulang ke rumah. Namun permintaan itu ditolak perawat dengan dalih pasien yang meninggal itu positif Covid-19.

Perawat lari dan nangis

Petugas kesehatan memeriksa alat kesehatan di ruang IGD Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Senin (23/3/2020). Foto: ANTARA/Hafidz Mubarak
Petugas kesehatan memeriksa alat kesehatan di ruang IGD Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Senin (23/3/2020). Foto: ANTARA/Hafidz Mubarak

Keluarga pasien ngotot mau bawa pulang jenazah, rumah sakit juga ngotot menahan karena mau dimakamkan secara protokol Covid-19. Keduanya bersitegang dan tidak ada titik temu setelah adu argumen.

“Nah salah satu dari keluarga tadi yang menyiapkan Alquran di rumah, dia keluarkan dan meminta para perawat dan pihak rumah sakit bersumpah, pasien memang positif Covid-19 dan siap tanggung dosa dan akibat jika berbohong soal kebenaran pasien,” tulisnya.

Tak terduga, para perawat emoh bersumpah di atas Alquran lho. Ada perawat yang langsung lari menghindar, ada yang langsung menangis ditantang sumpah Alquran.

“Tak lama setelah itu, kemudian mayat diperbolehkan dibawa pulang keluarga,” tulis sang saksi.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close