Trending

Surat wali kota larang salat jamaah dan jumatan di Kupang, faktanya…

Narasi larang salat jamaah dan Salat Jumat di Kupang untuk menekan penyebaran kasus Covid-19 menjadi perhatian serius warganet di media sosial. Narasi tersebut berdasarkan foto surat berkop Wali Kota Kupang yang ditandatangani Wakil Wali Kota Kupang.

Dalam surat tersebut, berisi imbauan agar muslim tak melaksanakan salat jamaah di masjid sampai batas waktu yang akan ditentukan. Imbauan yang mengklaim menegakkan Surat Edaran Waki Kota Kupang ini kelar lantaran di lapangan masih ada sejumlah masjid yang melaksanakan Salat Jumat.

Nah imbauan tak salat jamaah in dinarasikan larangan salat oleh sebuah akun di media sosial.

Narasi larang salat jamaah dan Jumatan

Salat Jumat saat normal baru di Depok. Foto: Antara
Salat Jumat saat normal baru di Depok. Foto: Antara

Narasi ini beredar luas lantaran unggahan akun @QaillaAsyiqah di Twitter. Dalam cuitannya 10 Februari 2021, akun ini mengunggah foto imbauan tak melaksanakan salat berjamaan dan Jumatan.

Imbauan ini merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Wali Kota Kupang Nomor: 005/HK.188.45.443.1/1/2021 tertanggal 25 Januari 2021 tentang peningkatan kewaspadaan dalam rangka PPKM untuk mengendalikan dan meminimalkan penularan transmisi lokal Covid-19 di Kota Kupang, serta imbauan Majelis Ulama Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Timur Nomor: 298/DP-P/MUINTT/II/2021 tertanggal 8 Februari 2021.

“Sesuai hasil pemantauan terhadap pelaksanaan Surat Edaran tersebut, maka disampaikan kepada Saudara bahwa masih terdapat sejumlah Masjid di Kota Kupang yang masih melaksanakan Sholat Jumat secara berjamaah. Untuk itu dimohon bantuan Saudara dapat memberikan pembinaan kepada Pengurus Yayasan/Masjid dan Umat agar tidak melaksanakan Solat Berjamaah sampai batas waktu yang akan ditentukan,” demikian imbauan tersebut.

Ibadah boleh di rumah ibadah asal…

Wakil Wali Kota Kupang Hermanus Man (kiri)
Wakil Wali Kota Kupang Hermanus Man (kiri). Foto Antara/Benny Jahang.

Nah Wakil Wali Kota Kupang memberikan klarifikasi soal imbauan tersebut. Dikutip dari Antara, pemerintah Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur ternyata mengizinkan pelaksanaan kegiatan keagamaan di rumah ibadah selama pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) tahap ketiga, tapi syaratnya mesti menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah penularan Covid-19 dijalankan selama kegiatan.

“Kami mengizinkan perayaan kegiatan keagamaan berlangsung di rumah-rumah ibadah dengan tetap menegakkan protokol kesehatan secara ketat,” kata Wakil Wali Kota Kupang Hermanus Man ketika dihubungi dari Kupang, Kamis.

Selama PPKM tahap dua yang berlangsung 26 Januari hingga 9 Februari 2021, Pemerintah Kota Kupang melarang kegiatan keagamaan di rumah ibadah guna menekan risiko penularan Covid-19.

Namun pada PPKM tahap ketiga dari 10 sampai 23 Februari 2021 pemerintah kota mengizinkan pelaksanaan kegiatan keagamaan di rumah ibadah dengan beberapa pembatasan.

Batasan dalam pelaksanaan kegiatan keagamaan di rumah ibadah antara lain jumlah orang yang menghadiri kegiatan maksimal 50 persen dari kapasitas ruangan ibadah.

“Pemerintah mengizinkan kegiatan ibadah dilakukan di rumah ibadah dan harus tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat sehingga penyebaran Covid-19 dapat dikendalikan,” kata Hermanus.

Hermanus mengatakan bahwa pemerintah kota akan meminta pemimpin kegiatan keagamaan menghentikan kegiatan di rumah ibadah apabila kasus Covid-19 di daerah tempat rumah ibadah berada meningkat.

Topik

1 Komentar

  1. .
    Tanya ,
    yg dikasi edaran larangan ini.
    Hanya masjid.
    Ataukah semua rumah ibadah , apapun agamanya.

    Krn judul suratnya menunjuk kpd Masjid.
    Lalu bgmn dg Gereja , Mall , Bioskop , Tempat Wisata , dlsbnya.
    .

  2. loading...

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close