Trending

Insiden Syekh Ali Jaber, PDIP ingatkan hati-hati politik adu domba

Wakil Ketua MPR RI Ahmad Basarah meminta kepolisian bertindak cepat tepat dan transparan dalam mengusut tuntas motif pelaku penyerangan terhadap ulama Syekh Ali Jaber, agar kasus ini tidak dipolitisasi pihak-pihak tertentu yang ingin memperkeruh situasi. Dia minta semua mengawasi prosesnya agar terhindar dari politik adu domba pihak-pihak yang ingin merusak persatuan bangsa Indonesia.

“Transparansi aparat penegak hukum dalam mengusut kasus ini akan sangat menentukan apakah kasus ini terbuka untuk dipolitisiasi atau tidak,” kata Basarah dalam keterangannya di Jakarta dikutip Antara, Senin 14 September 2020.

Baca juga: Ngeri, BIN Sebut pasukan bersenjata yang dimiliki setara TNI

Basarah mengecam keras tindakan penusukan terhadap ulama dan pendakwah Syekh Ali Jaber yang terjadi Minggu 13 September 2020.

Uji publik saja

Ketua DPP PDIP Ahmad Basarah
Ketua DPP PDIP Ahmad Basarah. Foto: Instagram @officialsahabatbasarah

Dia menilai Polri seharusnya mengungkapkan saja ke publik siapa pelakunya, apa motifnya, benar tidak pelakunya sakit jiwa, dan lakukan uji publik agar masyarakat menjadi tenang.

Basarah mengatakan dalam negara Pancasila terdapat jaminan kebebasan baik untuk memeluk agama maupun melaksanakan perintah agama masing-masing, termasuk di dalamnya kebebasan untuk berdakwah dengan cara yang leluasa dan bertanggung jawab.

Karena itu menurut dia wajar jika masyarakat marah pemuka agama mereka hendak dibunuh atau dilukai karena tindakan itu tidak sesuai dengan amanat Pancasila.

“Pengusutan secara transparan juga membuat kasus ini tidak mudah dipolitisasi sekelompok orang yang memang punya agenda merusak persatuan nasional bangsa Indonesia,” ujar Ketua Fraksi PDIP tersebut.

Ulama harus dilindungi

Syekh Ali Jaber. Foto: Dok Suara.
Syekh Ali Jaber. Foto: Dok Suara.

Basarah menilai, terlepas apa pun motifnya, penyerangan terhadap Syekh Ali Jaber, PDIP memandang tidak dapat dimaknai hanya sebagai serangan kepada yang bersangkutan secara pribadi.

Baca: Ungkap alasan tutup kolom komentar, Rizki DA bahas masalah dengan istri

Namun menurut dia tindakan itu merupakan serangan terhadap konsensus final berbangsa dan bernegara, yakni Pancasila dan UUD 1945.

“Hal ini diperkuat oleh Pasal 28E ayat (1) UUD 1945 yang menjamin setiap orang bebas memeluk agama dan beribadat sesuai agamanya. Untuk itu Pasal 29 ayat (2) konstitusi Republik Indonesia mengatur bahwa negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agamanya,” katanya.

Dalam konteks itu menurut dia, negara harus hadir dalam melindungi segenap bangsa Indonesia terutama dalam menjamin kemerdekaan warga negaranya untuk menjalankan perintah agamanya.

Insiden Syekh Ali Jaber, PDIP minta usut tuntas

Syekh Ali Jaber usai penusukan
Syekh Ali Jaber usai penusukan. Foto Instagram @eva_dwiana

Dia mendorong aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas kasus ini secara cepat dan transparan dan mengumumkan kepada publik secara berkala.

Ahmad Basarah berharap kegiatan dakwah oleh agama apa pun harus terus dilakukan karena dakwah mereka pasti menganjurkan kebaikan buat bangsa dan negara.

“Tidak ada agama yang mengajarkan keburukan dan jika ada agama yang mengajarkan keburukan, itu pasti bukan agama. Karena itu semua pemuka agama, agama apa pun, harus dilindungi dan diberi kebebasan menyampaikan dakwah mereka,” ujarnya.

Baca juga: Walau ditusuk, Syekh Ali Jaber minta jemaah hentikan gebuki pelaku

Basarah mengajak masyarakat tidak terprovokasi terkait penyerangan Syekh Ali Jaber, seolah-olah adalah bentuk kriminalisasi kepada ulama.

Dia meminta masyarakat percayakan kepada penegak hukum dan mari awasi secara bersama-sama prosesnya agar terhindar dari politik adu domba pihak-pihak yang tidak ingin bangsa Indonesia kuat dan bersatu.

Topik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close