Trending

Tagor Aruan minta maaf telah ajak perang, MUI: Dia belum tahu cara kerja FPI

Ketegangan antara Front Pembela Islam (FPI) dan Ketua Komite Independen Batak (KIB), Tagor Aruan akhirnya mereda. Hal ini usai pernyataan Tagor yang memilih menyampaikan permohonan maaf.

Padahal sebelumnya, baik Tagor dan FPI berkeras siap berperang sebagai buntut dari perusakan kedai kopi Boru Manulang di Batang Kuis, yang buka saat Ramadan dan menjual tuak.

Baca Juga: 500 TKA China masuk RI, Bupati Konawe bongkar rayuan Luhut padanya

“Dalam video tersebut ada terselip kata-kata perang. Kami sampaikan dengan sejujurnya itu bukanlah arti secara fisik. Kami tidak punya niat sedikit pun untuk melakukan kontak fisik dengan kawan-kawan FPI. Itu jauh dari tujuan kami,” kata Togar Aruan.

Tagor Aruan saat menantang FPI. Foto: Youtube.
Tagor Aruan saat menantang FPI. Foto: Youtube.

“Kami mohon maaf pada saudara kami umat Muslim dari hati kami yang tulus. Mungkin terganggu dalam beberapa hari belakangan ini, yang sebenarnya tidak tidak terjadi di bulan suci Ramadhan ini,” ucapnya.

Terkait sempat kisruhnya FPI dengan KIB di Labuhan Batu, Sumatera Utara, Ketua Badan Penanggulangan Penodaan Agama (BPPA) dan juga pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Anton Tabah Digdoyo, turut menyampaikan pendapat.

Kata dia, ketika menyampaikan pernyataan perang dengan FPI, Togar Aruan tak melihat duduk persoalan secara menyeluruh.

“Melihat video Tagor (tantangan ke FPI), saya menilai dia belum tahu cara kerja FPI. Saya walau hanya lulusan Secapa TNI Angkatan Darat tahun 1981 dan Secapa Polri tahun 1982, beberapa kali ditugaskan pimpinan untuk menjadi komandan lapangan atau wilayah.”

“Saya tahu apa yang dilakukan FPI untuk membantu Polri menciptakan kamtibmas, termasuk menertibkan miras, sudah benar,” katanya disitat rmol, Senin 4 Mei 2020.

Anton juga menilai, wilayah yang dimasuki FPI, ketika itu, adalah wilayah yang memiliki masyarakat mayoritas muslim. Di mana, katanya, di masa Ramadan, diperlukan ketenangan dalam menjalankan ibadah.

“Sebagai komandan saya selalu mengarahkan anak buah untuk cepat merespon gangguan kamtibmas sejak embrional dengan melakukan tindakan preemptive, dan tidak nunggu kejadian yang akan memaksa kita mengambil tindakan represif,” katanya lagi.

“Itu juga tahap-tahap yang biasa dilakukan FPI. Jadi secara yuridis formal sudah benar,” tambahnya.

Dia lalu menyatakan, partisipasi aktif masyarakat dalam menegakan kamtibmas adalah bagian dari amanat UUD 1945. Dalam hal partisipasi masyarakat itu, partisipasi FPI perlu diapresiasi.

Sempat diancam Ustaz Barus

Sebelum Togar Aruan meminta maaf, Ketua FPI Labuhan Batu, Ustaz Badaruddin Barus belakangan menjawab tantangan perang KIB. Kata Ustaz Barus dalam video yang beredar di sosial media, dia siap berperang melawan Togar Aruan yang sesumbar mengusir FPI dari Sumatera Utara.

Sikapnya itu setidaknya disampaikan Ustaz Barus dalam sebuah video berdurasi satu menit 25 detik yang menjadi viral di sosmed.

“Saya bernama Ustaz Badarudin Barus, merasa keberatan dengan ungkapan Tagor Aruan yang mengatasnamakan orang Batak atau salah satu organisasi Batak, karena saya termasuk orang Batak merasa tersakiti jika ada upaya untuk menutup FPI,” katanya.

Front Pembela Islam (FPI). Foto: Dok FPI.
Front Pembela Islam (FPI). Foto: Dok FPI.

Kata Ustaz Barus, dia kesal dengan pernyataan Togar Aruan yang menyerukan perang dengan FPI dan berniat mengusir. Sebab, katanya, hal ini hanya akan memancing konflik SARA.

“Jika itu (seruan perang) tidak dicabut, maka saya atas nama FPI Labuhan Batu mengajak seluruh elemen muslim dan ormas Islam, terkhusus FPI Sumatera Utara untuk menantang Tagor Aruan secara apapun.”

Ustaz Barus juga dengan tegas menyampaikan, FPI saat ini tak gentar dengan ancamannya dan KIB, serta siap meladeni apapun segala bentuk tantangan yang diberikan.

“Secara hukum boleh, secara hukum rimba boleh, tawarkan apa saja, maka saya dan seluruh ormas FPI Labuhan Batu beserta Front Pembela Islam di Sumatera Utara akan menantang beliau,” ujarnya.

Topik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close