Fit

Tak cuma bayam, 4 sayuran ini bisa jadi ‘racun’ jika dipanaskan berulang

Sayuran dipanaskan bisa jadi alaternatif menghemaat makanan.

Ketika masak berlebih, biasanya ibu-ibu akan menyimpan makanan di lemari es, dan dipanaskan lagi jika ingin disajikan. Selain praktis, memanaskan makanan juga jadi jalan para ibu rumah tangga berhemat.

Namun tahukah kamu ternyata memanaskan makanan ternyata punya dampak negatif yang serius untuk kesehatan lho. Sebuah penelitian membuktikan bahwa tidak semua bahan makanan aman untuk dihangatkan dan dikonsumsi kembali karena alasan kesehatan.

Baca juga: Resep sayur ketupat Betawi praktis, untuk sajian Lebaran

Ada beberapa jenis makanan terutama sayuran yang nutrisinya bisa berubah jika terlalu sering dipanaskan. Dengan kata lain gizinya bisa hilang, sehingga makanan tersebut tidak bermanfaat baik bagi tubuh.

Di sisi lain, beberapa jenis sayur juga berbahaya bagi tubuh, mulai menyebabkan sakit perut hingga racun karsinogen yang bisa memicu sel kanker. Sebelum menjadi kebiasaan, dilansir laman cosmopolitan, yuk cari tahu apa saja bahan makanan yang sebaiknya tidak dipanaskan lagi.

Bayam

Sayur bayam memang terkenal tak tahan lama dan tidak bisa dipanaskan. Sayuran kesukaan Popeye ini terkenal kaya akan zat besi yang disebut Fe2+ atau ferro yang bermanfaat untuk tubuh.

Namun, bila terlalu lama terpapar oksigen, zat Fe2+ tersebut akan berubah menjadi Fe3+ atau ferri yang bersifat racun.

Karena itu disarankan untuk langsung menghabiskan bayam yang telah diolah dan kalau ada sisa sebaiknya dibuang saja dan jangan dihangatkan kembali.

Dilansir laman Healthline, bayam yang sudah dibiarkan terlalu lama (lebih dari 5 jam) pun lebih baik dihindari karena kandungan zat nitrat dalam bayam sudah tercampur oksigen dan berubah menjadi nitrit yang merupakan senyawa beracun bagi tubuh.

Efek nitrit pada tubuh akan membuat sel darah merah tidak dapat mengikat oksigen yang bisa mengarah ke kondisi sianosis, yaitu keadaan di mana jaringan tubuh kamu akan kekurangan oksigen dan bisa berakibat fatal.

Seledri

Seledri
Seledri Foto: Pixabay

Di Indonesia seledri biasanya digunakan untuk tambahan sajian makanan seperti soto dan bubur ayam. Namun di luar negeri, seledri dikonsumsi langsung seperti camilan.

Selain dapat memperkuat aroma dan rasa masakan, daun dan batang seledri juga punya banyak manfaat bagi kesehatan. Namun, sama seperti bayam, kandungan nitrat dalam seledri akan berubah menjadi nitrit yang bersifat karsinogenik bila dipanaskan kembali.

Kentang

kentang
kentang foto: pixabay

Bila kentang yang sudah dimasak dihangatkan lagi lalu dibiarkan mendingin sebelum disantap, hal itu akan mengakibatkan tumbuhnya bakteri bernama C. botulinum yang umum ditemukan pada kentang.

Jika kamu menyantap kentang yang sudah tercemar bakteri itu, kamu bisa mengidap penyakit botulism yang gejalanya adalah tubuh terasa lemah, pandangan kabur, dan sulit bicara.

Jamur

Jamur
Jamur Foto: Pixabay

Jamur termasuk bahan makanan yang paling mudah membuat sakit bila dihangatkan kembali karena sangat riskan terserang mikroorganism. Jamur yang sudah diolah sebaiknya langsung dihabiskan.

Sisa olahan jamur sebetulnya masih bisa disantap dengan cara disimpan di kulkas, lalu dimakan dalam keadaan dingin. Tapi, tentu rasanya tidak seenak saat hangat. Namun, sangat tidak disarankan untuk memanaskan ulang jamur karena akan mengubah komposisi protein di dalamnya yang bisa menimbulkan gangguan pada sistem pencernaan.

Baca juga: Selain nanas, buah dan sayur ini baiknya dihindari oleh ibu hamil

Lobak

Lobak punya manfaat yang baik bagi tubuh. erupakan salah satu bahan makanan yang bisa mengusir racun dari dalam tubuh.

Biasanya lobak diolah menjadi sayuran berkuah, tumis, acar, ataupun dimakan mentah-mentah.

Namun, jika salah dalam mengolahnya, bukannya mampu untuk mengusir racun, tetapi lobak dapat menjadi racun berbahaya bagi tubuh.

Hal ini dikarenakan lobak juga kaya akan nitrat.

Jika mengalami pemanasan secara terus menerus, kandungan nitrat akan berubah juga menjadi zat nitrit.

Zat nitrit ini termasuk dalam senyawa yang berada pada kategori karsinogen.

Karsinogen ini apabila berada di dalam tubuh akan memincu timbulnya kanker.

Selain itu, perubahan zat itu akan menyebabkan tubuh menjadi keracunan dan menimbulkan sakit kepala, batuk, dan sulit berkonsentrasi.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close