Trending

Tak cuma Hadi Pranoto, deretan orang ini klaim temukan obat herbal covid

Sejumlah orang mengklaim telah menemukan obat herbal yang disebut bisa menjadi alternatif pengobatan virus corona atau covid-19. Tak jarang, klaim orang-orang tersebut menuai banyak kontroversi di masyarakat.

Berikut adalah beberapa orang yang mengklaim diri menemukan obat herbal anti covid.

Baca juga: Mau beli sepeda secara online, perhatikan 4 hal agar aman dari tipu-tipu

Hadi Pranoto

Pada 31 Juli 2020, musisi Anji mengunggah video wawancara dengan Hadi Pranoto, seseorang yang mengklaim telah berhasil menemukan obat herbal antibodi yang mampu menyembuhkan dan mencegah covid-19 hanya dalam hitungan 2-3 hari.

Hadi Pranoto juga mengatakan telah mendistribusikan antibodi temuannya ke sejumlah wilayah Indonesia seperti Jawa, Bali dan Sumatra. Obat herbal tersebut diklaim bisa menyembuhkan ribuan pasien yang terjangkit virus covid.

Sontak, video tersebut menuai kontroversi dan mendapat banyak komentar dari berbagai pihak. Setelah menjadi viral, video wawancara Anji dengan Hadi Pranoto dilaporkan menghilang dari YouTube pada Minggu malam, 2 Juli 2020.

Ningsih Tinampi

Pada April lalu, Ningsih Tinampi mengklaim berhasil meramu obat herbal COVID-19. Ia mengatakan, temuannya itu sudah dikenal di dunia kedokteran dan dapat mengobati segala penyakit.

“Ini juga tidak asing di kedokteran, memang ini obatnya. Siapa saja warga Indonesia yang takut dengan corona ataupun kena corona, ini obatnya,” kata Ningsih dalam video di akun YouTube miliknya yang kini telah ditarik videonya.

Meski menuai banyak kontroversi pada saat itu, ternyata obat herbal temuan Ningsih TInampi sudah terdaftar di Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Irwan Paturusi

Seorang warga Makassar, Irwan Paturusi beberapa waktu lalu juga mengklaim berhasil meramu minuman herbal yang disebut bisa membantu mempercepat proses pemulihan kesehatan tubuh bagi pasien positif virus corona.

Minuman tersebut merupakan hasil dari mengkudu yang diekstraksi dan dinamai Trasdar Jus C-19. Irwan menjelaskan, pembuatan jus tersebut berawal dari resep orang tua terdahulu yang menjadikan buah mengkudu sebagai ramuan tradisional.

Herbal
Herbal Photo: Pixabay

Ia juga menjelaskan awalnya ramuan tersebut hanya dikonsumsi secara pribadi untuk menurunkan kolesterol. Namun setelah adanya wabah COVID-19, ia mencoba membuat lebih banyak dan dibagikan ke orang terdekat. Ia mengatakan, beberapa diantaranya berhasil sembuh.

Sementara itu, dilansir Suara.com, Ketua Umum Perkumpulan Dokter Pengembang Obat Tradisional dan Jamu Indonesia, Dr. Inggrid Tania, mengatakan masyarakat harus tetap kritis terhadap testimoni atau klaim dari produk yang bisa menyembuhkan COVID-19.

Ia menambahkan, produk Irwan tersebut belum bisa dikatakan dapat menyembuhkan SARS-Cov2, tapi secara teori mengkudu memang memiliki sifat meningkatkan imunitas tubuh, meredakan demam dan juga batuk.

Nurseno SP Utomo

Seorang warga Garut, Nurseno SP Utomo atau GB juga mengklaim berhasil menemukan obat herbal yang dapat menyembuhkan virus corona.

“Secara medis, ini kita punya obat imun. Ini untuk antivirus, antibakteri. Itu secara keseluruhan bisa habis dengan imun yang kami ciptakan,” kata GB pada 9 April 2020 lalu seperti dikutip Detik.com.

GB mengklaim, obat tersebut sudah dibuktikan olehnya dan terbukti manjur. Ia mengatakan pernah mengobati salah satu WNA asal Malaysia yang terpapar virus corona dan sembuh.

Obat yang diberi nama Immune SKM-RJK itu dibuat oleh padepokan Syahbandar Kari Madi (SKM) pimpinan GB. GB mengaku, menciptakan obat itu menggunakan bahan-bahan herbal dan sesuai dengan panduan medis.

Zeffri Evrien

Seorang warga Tenggarong, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, juga mengklaim menemukan obat herbal yang dapat menyembuhkan COVID-19.

Pria tersebut bernama Zeffri Evrien yang memiliki klinik pengobatan tradisional di Tenggarong. Zeffri mengaku obat yang bisa menyembuhkan COVID-19 itu sudah digunakan sejak tahun 1980, hanya saja selama ini obat itu digunakan untuk penyakit yang lain.

Zeffri, dilansir dari Selasar.co, mengatakan bahan baku obat herbal tersebut didatangkan dari Jepang, China dan Korea Selatan. Namun ia tidak merincikan secara detail apa saja bahan baku yang ada di dalam obat herbal tersebut.

Laksmana TNI Suradi

Pada bulan April 2020 lalu,m Laksmana TNI Suradi, memperkenalkan ramuan herbal karya kerja keras para ahli mikrobiologi.

Morfologi virus corona. Foto: Media Indonesia
Morfologi virus corona. Foto: Media Indonesia

Ramuan tersebut berbentuk cairan dan disebut aman untuk dikonsumsi siapa saja, mulai dari anak-anak hingga orang tua.

Suradi mengaku, ramuannya dapat memberikan kesembuhan terhadap orang yang terinfeksi COVID-19. Suradi juga mengatakan ramuannya tersebut sudah diujicoba langsung terhadap sejumlah orang yang terinfeksi COVID-19.

“Yang minum ini positif corona sudah mengakui dan saya pantau memang sembuh,” kata Suradi disitat Tribunnews.com.

Ramuan yang sudah mendapat surat ijin edar dari Balai POM RI ini juga diklaim bisa disemprotkan ke udara untuk membunuh virus corona yang ada di udara.

Salah satu anggota tim riset ramuan itu, Hadi Pranoto mengatakan, pihaknya sudah menguji obat ini ke beberapa pasien positif maupun yang bergejala COVID-19 atau ODP.

Banyaknya orang yang mengklaim menemukan obat COVID-19 membuat beberapa orang yang memang menggeluti bidang kesehatan angkat suara, misalnya saja Tompi. Dokter bedah yang sekaligus artis ini buka suara menanggapi persoalan ini.

Apakah benar herbal bisa membantu mengobati covid??? Yang pasti, ada herbal yang mensupport sistem imun kita, dan kerhja imun yang baik tentu sangat diperlukan untuk melawan covid/penyakit lain. Hal tersebut sudah banyak jurnal penelitiannya. Tapi HERBAL BUKANLAH VAKSIN COVID.” Tulis Tompi di akun Twitter pribadinya pada 3 Agustus 2020.

Apakah kalau rajin minum herbal TERJAMIN GAK KENA COVID ATAU PASTI BISA SEMBUH DARI COVID?? Jawabannya TENTU TIDAK!! Jadi mencegah tertular sakit itu yang terbaik untuk saat ini. Sistem imun kita itu kompleks, tidak hanya ditentukan oleh herbal,” lanjut Tompi. (re2)

Topik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close