Trending

Tak lagi kecam perlakuan China ke muslim Uighur, Israel: Dulu ditekan Amerika

Israel tak ikut menandatangani pernyataan 43 negara yang mengecam perlakuan China terhadap muslim Uighur. Sikap ini berbeda dengan bulan Juni lalu di mana negara Zionis itu ikut mengecam China terkait perlakuannya terhadap Uighur.

Empat puluh tiga negara pada Kamis lalu meminta China di PBB untuk memastikan penghormatan penuh terhadap aturan hukum terkait dengan komunitas muslim Uighur di Xinjiang, di mana HAM di sana dinilai mengkhawatirkan.

“Kami menyerukan China untuk mengizinkan akses segera, bermakna, dan tak terbatas ke Xinjiang bagi pengamat independen, termasuk Komisaris Tinggi PBB untuk HAM,” kata negara-negara tersebut yang disampaikan oleh perwakilan Perancis.

“Kami sangat prihatin dengan situasi Uighur di Daerah Otonomi Xinjiang,” lanjut pernyataan tersebut yang mengutip laporan yang menunjukkan adanya kamp konsentrasi di mana ada lebih dari satu juta orang ditahan di sana.

Tahanan Uighur. Foto: BBC
Tahanan Uighur. Foto: BBC

Pernyataan yang ditandatangani oleh Amerika Serikat, negara-negara Eropa, negara-negara Asia dan lainnya itu berbicara tentang penyiksaan, perlakuan kejam, tidak manusiawi, sterilisasi paksa, kekerasan seksual hingga pemisahan anak-anak dari orang tuanya, yang disebut dilakukan oleh China terhadap muslim Uighur dan minoritas lainnya.

Negara zionis Israel tidak termasuk dari 43 negara tersebut. Sikap ini berbeda dengan yang diambil Israel pada bulan Juni lalu, di mana mereka termasuk salah satu dari 41 negara yang meminta China untuk mengizinkan akses tak terbatas ke Xinjiang guna menyelidiki dugaan pelanggaran HAM di sana.

Times of Israel melaporkan, dikutip 24 Oktober 2021, keputusan ikut tanda tangan itu diambil Israel usai mendapat tekanan dari sekutunya, Amerika Serikat.

Sementara itu, usai diminta membuka soal Uighur di Xinjiang, Duta Besar China untuk PBB, Zhang Jun mengecam dan menyatakan bahwa tuduhan yang dialamatkan ke China itu bohong dan tidak berdasar. Dia juga menyebut 43 negara itu sebagai ‘komplotan untuk menyakiti China’.

Bendera China
Bendera China. Foto: Gaston Laborde dari Pixabay

“Xinjiang menikmati pembangunan dan orang-orang bebas setiap harinya dan bangga dengan kemajuan yang dicapai,” kata Zhang Jun, yang kemudian didukung oleh Kuba, negara kecil yang kerap mengkritik setiap campur tangan asing soal urusan dalam negeri China.

Pada 2019 dan 2020, deklarasi serupa juga pernah diumumkan dengan cara yang sama oleh Inggris dan Jerman. Di tahun 2019, terdapat 23 negara yang mendukung deklarasi tersebut. Sementara pada tahun 2020 ada 39 negara yang ikut menandatangani pernyataan desakan untuk China terkait Uighur tersebut.

Menurut para diplomat, China meningkatkan tekanan setiap tahunnya untuk mencegah anggota PBB menandatangani deklarasi, mengancam untuk tidak memperbarui misi perdamaian di negara tertentu, atau mencegah negara lain membangun kedutaan baru di China.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close