Trending

Tak main-main, Arteria Dahlan ancam bongkar borok Ketua Komnas HAM

Komnas HAM belakangan dinilai terlalu banyak mengomentari segala hal. Atas hal ini, Anggota Komisi III DPR Arteria Dahlan angkat suara soal sikap Komnas HAM.

Sebab menurut Arteria, apa yang dilakukan Komnas HAM seakan jauh dari asa banyak pihak. Dalam rapat kerja Komisi III, Arteria Dahlan kemudian menyinggung besarnya dana yang dikucurkan Pemerintah, namun program dan penegakan HAM di Indonesia masih minim tak berkembang.

Baca juga: Survei Pilpres: Anies makin merosot, Ridwan Kamil kian berkibar

Arteria lalu menyoroti penggunaan anggaran Komnas HAM yang lebih banyak dialokasikan untuk belanja pegawai. Sebab itu, ia mempertanyakan ke mana anggaran yang dialokasikan untuk program kerja penanganan HAM.

“Rp100 miliar negara bayar bapak tapi program pemajuan dan penegakan HAM hanya 25 persen. 74 persen nya apa? Buat bayar gaji?”

Arteria Dahlan di ILC. (Youtube/IndonesiaLawyersClub)
Arteria Dahlan di ILC. Foto:Youtube/IndonesiaLawyersClub

“Pantesan aja. Jadi harapan pemajuan HAM dan sebagainya enggak bakalan bisa tercapai karena tidak ada patriot-patriot yang hadir di situ, semuanya orang-orang yang pengen populer,” kata Arteria Dahlan ke Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan, disitat Suara, Rabu 16 September 2020.

Arteria Dahlan kemudian menilai sikap Komnas HAM yang selama ini ia nilai justru hanya membuat kegaduhan antar lembaga, ketimbang berfokus pada penanganan HAM itu sendiri.

“Saya kasih contoh nih pelanggaran HAM berat. Apa yang kalian kerjakan selain membuat kegaduhan dengan Kejaksaan Agung. Intoleransi, ekstrimisme dengan kekerasan, mana ada,” kata Arteria.

Minta Komnas HAM tak recoki DPR

Lebih dari itu, Arteria meminta Komnas HAM tidak mencampuri urusan dan fungsi legislasi DPR sebagai pembuat Undang Undang.

Arteria meminta Komnas HAM tidak menjadi penghasut dan provokator agar DPR menghentikan pembahasan rancangan undang-undang tertentu. Bahkan, dalam pernyataannya, Arteria sempat memberi peringatan akan membongkar borok Komnas HAM apabila lembaga tersebut berani menyentuh hal terkait legislatif.

“Jadi jangan kritisi DPR pak. DPR itu sangat menghormati kelembagaan, sekali bapak nyentuh DPR kita bongkar nih boroknya bapak kayak apa,” ujar Arteria.

Sosok Arteria Dahlan. Foto: Antara
Sosok Arteria Dahlan. Foto: Antara

Sekadar diketahui, Komnas HAM sebelumnya memang memberikan catatan untuk DPR terkait pembahasan RUU Omnibus Law Cipta Kerja.

Komnas HAM menilai pembahasan RUU ini menimbulkan banyak kekecewaan dari masyarakat lantaran dianggap tergesa-gesa dan minim ruang partisipasi masyarakat.

“Setelah kami kaji baik-baik, kami merekomendasikan kepada Presiden RI dan DPR agar tak melanjutkan pembahasan RUU Cipta kerja atau omnibus law dalam rangka penghormatan, perlindungan, pemenuhan HAM bagi seluruh rakyat indonesia,” ujar Ahmad Taufan Damanik dalam konferensi pers virtual pada Kamis, 13 Agustus 2020.

Topik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close