Trending

Tak mempan diserang sana-sini, Maruarar: Kekuatan Jokowi itu rakyat

Selama menjabat sebagai presiden, Joko Widodo atau Jokowi kerap diserang sana-sini. Namun menurut Ketua Umum DPP Taruna Merah Putih (TMP), Maruarar Sirait, hal itu tak membuat Jokowi ‘kalah’, lantaran kekuatan utama dia adalah rakyat.

Pernyataan Maruarar itu merupakan jawaban dari berdirinya Koalisis Aksi Menyelamatkan Indonesia atau KAMI yang hendak meruntuhkan kekuasaan Jokowi. Kata dia, orang nomor satu di Indonesia tersebut sebaiknya tak perlu risau. Sebab, masih banyak rakyat yang mendukungnya.

Baca juga: Amien Rais curigai pernikahan mewah anak Jokowi, sebut ada yang tak beres

“Santai saja. Kan kekuatan Jokowi itu ada di rakyat, bukan di elite,” ujar Ara—sapaan Maruarar, dikutip dari Sindonews, Sabtu 22 Agustus 2020.

“Terbukti, Jokowi menang dua kali di Solo, kemudian menjadi Gubernur DKI Jakarta dan menjadi Presiden dua kali. Artinya, Jokowi sangat dipercaya rakyat. Jokowi sendiri lahir dari rahim rakyat,” tambahnya.

Maruarar Sirait. Foto: Antara

Ara memastikan, kehadiran kelompok KAMI merupakan hal yang biasa di negara demokrasi. Itulah sebabnya, pihak-pihak yang pro terhadap pemerintah—atau dalam kasus ini: pendukung Jokowi—sebaiknya tak perlu mengadakan gerakan tandingan. Sebab, itu justru membuat situasi semakin keruh.

Ia juga mengatakan, sejumlah kritikan dan upaya menggulingkan kekuasaan tidak membuat Jokowi takut. Sebaliknya, dia justru santai. Sebab, Jokowi sendiri lahir dari proses demokrasi yang sangat demokratis.

“Pak Jokowi juga santai saja kok. Pak Jokowi kan pemimpin yang lahir dari proses demokrasi itu sendiri dan juga sangat demokratis. Buktinya, demo-demo di Monas atau di depan Istana atau kehadiran KAMI lancar-lancar saja kan,” terangnya.

“Ini bukti bahwa demokrasi di Indonesia berjalan sangat bagus. Di tengah kekuatan pemerintah dan parlemen, Indonesia tidak menjadi negara otoriter.”

Jokowi lakukan blusukan
Presiden Jokowi saat melakukan blusukan Foto: Antara

Rakyat harus bisa obyektif

Lebih jauh, Ara meminta seluruh masyarakat Indonesia bisa berlaku obyektif terhadap kinerja pemerintah. Jika memang kurang baik, silakan kritik dan berikan saran solutif. Namun jika sudah memuaskan, maka mereka harus bisa mengapresiasi secara terbuka. Begitulah demokrasi seharusnya bekerja.

“Yang penting, baik pendukung atau oposisi harus punya sikap sportif dan obyektif. Kalau misalnya masukan dan kritik dari oposisi itu benar adanya, pendukung harus terima lapang dada. Tapi langkah dan kebijakan pemerintah yang baik buat rakyat dan negara juga harus bisa diapresiasi kelompok oposisi secara terbuka juga,” kata dia.

Topik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close