Trending

Mengapa kita tidak perlu takut pada wabah?

Sekarang ini masyarakat takut pada wabah CoviD-19 atau penyakit infeksi saluran pernapasan yang disebabkan virus corona baru SARS-CoV2. Tapi tahukah kita bahwa virus flu berat ini sudah ada 130 tahun lalu?

Batasi Transjakarta, Anies dicerca dan dibela

Tahun 1890 itu sudah banyak wabah malaria. Ya beberapa dokter yang mengobati malaria di india, pulang tinggal nama. Mereka tak takut pada wabah.

Ada 3 orang dokter di Jerman yang saat itu merupakan pusat kedokteran dunia. Ada seorang dokter yang menemukan tuberculin vaksin anti TBC.

Dia mencoba vaksin pada beberapa hewan dan kepada dirinya sendiri sehingga dia hampir mati. TBC saat itu penyakit mematikan. Semua pasien TBC mati. Yang tertular TBC mati.

Robert Koch dianggap sebagai bapak penemu bakteri. Beliau yang menemukan bahwa ada makhluk mikro organisme pertama kali. Bayangin saja, ada bakteri dan virus pada bersin seseorang. Bagaimana kok bisa tahu? Saat itu belum banyak mikroskop.

Robert Heinrich Herman Koch lahir di Clausthal, Kerajaan Hanover, Jerman, 11 Desember 1843 – meninggal 27 Mei 1910 pada umur 66 tahun dianggap sebagai pendiri modern bakteriologi, dikenal karena perannya dalam mengidentifikasi agen penyebab spesifik TB, kolera, dan antraks dan untuk memberikan dukungan eksperimental untuk konsep penyakit menular.

Selain studi rintisannya pada penyakit ini, Koch yang diciptakan dan ditingkatkan teknologi laboratorium yang signifikan dan teknik di bidang mikrobiologi, dan membuat sejumlah penemuan kunci yang berkaitan dengan kesehatan masyarakat. Penelitiannya menyebabkan penciptaan postulat Koch, serangkaian empat prinsip umum menghubungkan mikroorganisme spesifik untuk penyakit tertentu yang tetap hari ini “standar emas” dalam medis mikrobiologi. Sebagai hasil dari terobosan penelitian pada TB, Koch menerima Penghargaan Nobel dalam Fisiologi atau Kedokteran pada tahun 1905.

Bersama teman temannya bertiga Robert Koch memenangkan hadiah Nobel kedokteran.

Robert Koch secara luas dikenal karena karyanya dengan antraks, menemukan agen penyebab penyakit fatal menjadi Bacillus anthracis. Koch menemukan spora formasi bakteri anthrax, yang bisa tetap aktif dalam kondisi tertentu. Namun, di bawah kondisi yang optimal, ia menemukan bahwa spora yang diaktifkan dan menyebabkan penyakit.

Untuk menentukan agen ini penyebab, ia mengkultur kering tetap bakteri ke slide kaca, pewarna yang digunakan untuk mewarnai kultur, dan kemudian mengamati mereka melalui mikroskop.

Karya Koch dengan anthrax adalah penting dalam bahwa ia adalah yang pertama untuk menghubungkan suatu mikroorganisme tertentu dengan penyakit tertentu, menolak gagasan generasi spontan dan membuktikan kuman teori penyakit.

Pada era keemasan dunia ilmu kedokteran, mereka para dokter bermain seperti God atau tangan Tuhan.

Sekarang zaman now orang tak berdaya. Semua ikut gojek, bingung dengan berbagai wabah. Padahal seratus tahun lalu para dokter seperti God tangan dewa.

Tapi akhirnya pada pertandingan melawan TBC yang memenangkan hadiah Nobel untuk vaksin TBC adalah dokter lain. Dia menemukan penisilin.

Fleming menemukan bahwa pemberian penisilin dalam jumlah dan jangka waktu yang tepat dapat menghentikan bakteri penyebab infeksi. Alexander Fleming merupakan seorang dokter, bakteriologis, peneliti, dan penemu yang lahir pada 6 Agustus 1881 di Skotlandia.

Artinya penyakit TBC, malaria, flu ini sudah ada 100 tahun lalu dan sudah diteliti sejak itu. Hanya sifat virus dan bakteri selalu mengalami mutasi dan imune terhadap antibiotik. Oleh karena itu setiap tahun ditemukan antibiotik baru. Termasuk obat untuk virus SARS-CoV2. Jadi tak usah takut pada wabah.

Ir. Goenarjoadi Goenawan, MM.

Pernah menjabat Vice President Director Lotteria. Kini menjadi motivator dan perencana keuangan. Menulis belasan buku populerdi antaranya Money Intelligent, New Money, Rahasia Kaya: Jangan Cintai Uang.

Topik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close