Trending

Taliban cuma izinkan perempuan Afghanistan kerja bersihkan toilet: Itu tidak bisa dilakukan laki-laki

Sejak berkuasa penuh di Afghanistan, Taliban menjadi sorotan dunia, terutama soal bagaimana kelompok pejuang tersebut akan memerintah dan membawa Afghanistan ke depannya. Yang juga tak luput jadi sorotan adalah sikap Taliban terhadap perempuan Afghanistan. Dikabarkan, hak-hak perempuan Afghanistan jadi terbatas di bawah kekuasaan Taliban, termasuk soal pekerjaan.

Kekinian, Walikota interim Kabul, Hamdullah Nohmani membuat marah banyak perempuan di belahan dunia dengan pernyataannya. Pasalnya, Nohmani memiliki pernyataan yang sangat mengagetkan bagi banyak orang ketika berbicara soal hak kerja perempuan.

Kata dia, perempuan hanya diperbolehkan bekerja di pekerjaan yang tidak bisa dilakukan oleh laki-laki. Nohmani pun mengatakan satu-satunya pekerjaan yang dapat dilakukan wanita untuk pemerintah Kabul adalah membersihkan kamar mandi wanita.

Wanita Afghanistan. Foto: New Europe

“Awalnya kami mengizinkan mereka semua untuk hadir mengerjakan tugas mereka tepat waktu. Tetapi kemudian Emirat Islam memutuskan pekerjaan mereka harus dihentikan untuk beberapa waktu,” kata Nohmani disadur laman WION, Selasa 21 September 2021.

“Kalau begitu kami hanya mengizinkan perempuan yang kami butuhkan. Maksud saya untuk pekerjaan yang tidak bisa dilakukan laki-laki, atau yang bukan pekerjaan laki-laki. Misalnya, ada toilet umum perempuan di pasar,” tambahnya.

Tak hanya itu, Nohmani juga mengimbau perempuan untuk tetap tinggal di rumah. Ia juga mengatakan kalau pekerjaan yang mereka lakukan sebelumnya akan digantikan oleh laki-laki.

Di hari yang sama pernyataan Nohmani itu keluar, Minggu (19/9), puluhan wanita melakukan demonstrasi di jalan-jalan Kabul untuk menuntut hak edukasi dan partisipasi dalam pemerintahan.

Wanita Afghanistan demo Taliban. Foto: Times of Israel
Wanita Afghanistan demo Taliban. Foto: Times of Israel

Sejak berkuasa penuh di Afghanistan, Taliban mengatakan mereka akan menghormati hak-hak perempuan sesuai dengan syariat Islam. Meskipun sebelumnya kelompok tersebut mengatakan bahwa perempuan boleh berkuliah hingga tingkat universitas, namun langkah selanjutnya yang diambil kelompok tersebut menimbulkan banyak pertanyaan.

Foto-foto yang beredar di internet dan berbagai pemberitaan, di mana mahasiswa laki-laki dan perempuan disekat dengan kain menjadi perbincangan hangat.

Pada tahun 1996 hingga 2001, ketika Taliban berkuasa, mereka kala itu juga memberlakukan banyak pembatasan pada pekerjaan dan pendidikan perempuan serta anak perempuan. Tampaknya, tidak ada perubahan banyak yang terjadi ketika kelompok itu berkuasa lagi di tahun 2021 ini dalam hal hak-hak perempuan.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close