Trending

Tanah abang membludak warga, bukti masyarakat capek lari marathon

Kondisi tak pada umumnya terjadi di kawasan pasar Tanah Abang dalam libur akhir pekan ini, ribuan  masyarakat membludak di lokasi tersebut.

Bahkan banyak titik di kawasan Tanah Abang yang membludak penuh dengan antrian ribuan manusia yang ingin membeli berbagai perlengkapan kebutuhan lebaran nantinya.

Kondisi tersebut membuat beberapa petugas khususnya kepolisian mengambil sikap untuk menutup akses jalan menuju ke tanah abang yang sudah membludak. Pemberlakuan tutup jalan sementara karena terjadi penumpukan kendaraan di lokasi tersebut.

Viral video Pasar Tanah Abang ramai pengunjung. Foto: Instagram
Viral video Pasar Tanah Abang ramai pengunjung. Foto: Instagram

Tersendatnya arus lalu lintas membuat banyak kendaraan tak bergerak ditambah banyaknya aktivitas masyarakat di septuran pasar tanah abang yang cukup membludak.

Sebagai informasi, aparat terkait mulai Kepolisian, Dishub hingga Satpol PP telah melakukan penutupan jalan H Fachrudin arah Pusat Grosir Tanah Abang pada Minggu (2/5) siang.

Petugas yang berjaga pun tak ada henti-hentinya mengimbau untuk tidak menuju ke pasar tersebut. “Ditutup jalannya ditutup. Kemarin berkerumun makanya ini ditutup,” ucap seorang petugas di lokasi.

Tanah abang membludak Masyarakat capek lari marathon

Kondisi membludaknya pasar tanah abang atas masyarakat yang sebelumnya dilarang melakukan kerumunan membuat pandangan aktivis covid-19 yang juga seorang Dokter Tirta Mandira Hudhi.

Dirinya menilai jika masyarakat di awal sangat patuh terhadap instruksi pemerintah salah satunya untuk mentaati protokol kesehatan (prokes).

“Sejatinya, dari opini saya, saya yakin mayoritas warga Indonesia itu mengerti Covid. Terbukti di Maret-Mei 2020, bisa di cek di Google. Pro kontra biasalah. Tapi warga saat itu bener-bener taat,” kata dr Tirta lewat akun twitter @tirta_hudhi, Minggu (2/5/2021).

Sejumlah warga berjalan di Pasar Blok A Tanah Abang, Jakarta, Selasa (30/6/2020).
Sejumlah warga berjalan di Pasar Blok A Tanah Abang, Jakarta, Selasa (30/6/2020). Foto: Antara

Lalu, kata dr Tirta, mulai muncul sebagian masyarakat yang tidak percaya Covid-19. Dia mengatakan bahwa sebagian dari masyarakat ini lelah karena untuk menangani pandemi Covid-19 harus berlari maraton.

“Munculnya orang yang ga percaya Covid, itu karena rata-rata sebagian dari mereka telah lelah “berlari marathon”. Kita tau menangani pandemi itu bukan sprint race, tapi marathon. Dan warga ga semua kuat marathon ini,” kata dr. Tirta.

dr Tirta
dr Tirta Photo: Instagram @dr Tirta

Sehingga, kata dr. Tirta, kini banyak masyarakat yang berhenti untuk melawan Covid-19 jika pandemi ini tiada akhir. “Jika orang sudah lelah berlari Anda ga mungkin paksa dia berlari lagi. Dia akan berhenti sejenak dan tentu mulai denial. Buat apa saya berlari terus, jika pandemi ini tiada akhir?” katanya.

dr. Tirta juga mengatakan masyarakat saat ini telah melawan keadaan pandemi Covid-19. Pasalnya, kebutuhan mereka adalah mencari makan. “Mau ga mau dia stay di situ. Dan memaksa melawan keadaan. Anda mau paksa warga ini? Percuma. Karena warga yang sudah lelah ini merasa bukan anda yang kasih makan,” ungkapnya.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close