Trending

Asal tahu saja! Tanah Desa Miliarder di Tuban dibeli berkat campur tangan asing

Baru-baru ini publik dihebohkan dengan ratusan warga Desa Sumurgeneng, Kecamatan Jenu, Tuban, Jawa Timur yang mendadak jadi miliarder lantaran tanahnya dibeli hingga miliaran rupiah. Usut punya usut, ternyata wilayah yang kini dijuluki sebagai ‘Desa Miliarder’ itu berhasil dibeli berkat campur tangan negara asing.

Menyitat dari Kumparan, proyek kilang minyak ini merupakan kerja sama antara Republik Indonesia dengan Rusia.

Adapun kesepakatan terhadap kontrak proyek tersebut ditandatangani bertepatan pada Hari Sumpah Pemuda dua tahun lalu, yakni 28 Oktober 2019.

Dengan adanya proyek ini harus mengorbankan tanah seluas 821 hektare, bahkan sebagian lahannya berada di wilayah Desa Miliarder alias Sumurgeng.

Proyek ini sendiri dikenal sebagai New Grass Root Refinery (NGRR) atau bisa disebut sebagai proyek pembangunan kilang minyak baru.

Nah khusus di wilayah Tuban, utamanya yang mencaplok Desa Sumurgeneng diprakarsai oleh perusahaan minyak plat merah yakni Pertamina dan perusahaan migas Rusia bernama Rosneft.

Keduanya sepakat membuat sebuah kerjasama perusahaan dengan menggunakan nama PT Pertamina Rosneft Pengolahan dan Petrokimia (PRPP).

Penandatangan kerja sama pembangunan kilang Tuban, antara PT Pertamina (Persero) dan perusahaan migas Rusia, Rosneft. Foto: Kemenlu RI
Penandatangan kerja sama pembangunan kilang Tuban, antara PT Pertamina (Persero) dan perusahaan migas Rusia, Rosneft. Foto: Kemenlu RI

Namun jangan khawatir Hopers, dalam proyek kali ini, kepemilikan saham Pertamina sebesar 55 persen, sedangkan sisanya 45 persen dimiliki Rosneft.

Berdasarkan data dan informasi dari Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP), dana proyek kerja sama antara Pertamina dengan Rosneft tersebut mencapai Rp199,3 triliun.

Sebagaimana diketahui sebelumnya, apabila sesuai dengan rencana maka kilang minyak ini mulai dibangun dan beropersi pada tahun 2020 dan rampung di tahun 2024.

Namun lantaran tertunda masalah pembebasan lahan, tahap awal proyek tersebut diundur ke awal tahun 2021.

Penjelasan Kepala Desa

Dunia maya dikejutkan dengan sebuah potongan video yang memperlihatkan mobil-mobil baru diangkut dengan menggunakan kendaraan towing, lengkap dengan pengawalan Polisi. Rupanya mobil-mobil itu hendak dibawa ke kampung miliarder di Tuban, Jawa Timur.

Rupanya mobil-mobil itu dibeli bersamaan oleh para warga di Desa Sumurgeneng, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban. Mereka membeli mobil usai mendapat ganti rugi Pertamina atas lahan mereka untuk pembangunan kilang minyak Grass Root Refinery (GRR).

Dari info yang dihimpun, total ada ratusan mobil yang dibeli oleh warga desa tersebut. Bagaimana tidak, satu keluarga saja bisa membeli antara dua hingga tiga mobil baru atau bekas.

Warga kampung miliarder beli mobil bersamaan. Foto: Ist.
Warga kampung miliarder beli mobil bersamaan. Foto: Ist | Tanah Desa Miliarder di Tuban dibeli berkat campur tangan negara asing

Video ini lantas menjadi viral usai pemandangan eksentrik itu diunggah ke sosmed oleh akun Rizkii.01, Minggu 14 Februari 2021 lalu. Tak butuh waktu lama, kampung miliarder Tuban itu pun langsung mendadak terkenal di dunia maya.

“Memang betul terkait video warga yang ramai-ramai beli mobil baru itu warga desa sini (Desa Sumurgeneng). Kabarnya kemarin datang lagi dari Gresik 17 unit,” kata Kepala Desa Sumurgeneng, Gihanto, disitat Suara, Selasa 16 Februari 2021.

Warga tak menyangka bisa auto jadi ‘Sultan’

Menurut keterangan Gihanto, warga yang membeli mobil secara berbarengan merupakan kelompok yang baru mendapatkan kompensasi lahan untuk proyek grass root refinery tahap ketiga.

“Itu memang sama temen-temannya atau kelompoknya itu. Mereka kemudian rencana untuk beli mobil juga bersamaan,” katanya.

Sementara itu, dalam laporan yang diterima redaksi, disebutkan Desa Sumurgeneng sekarang sudah dikenal sebagai kampung miliarder baru di Tuban. Bagaimana tidak, sejumlah warga mendapatkan uang pembebasan lahan, rata-rata sebanyak Rp8 miliar.

“Untuk warga asli sini yang paling banyak itu mendapatkan sebesar Rp26 miliar rupiah. Ini kita juga tidak nyangka (bisa jadi kampung miliarder), karena memang dulunya warga sini itu petani tulen dan ternyata ada pembebasan untuk lahan yang dinilai setelah dinilai apresial yang banyak milik warga Sumurgeneng,” kata Gihanto.

Ilustrasi 'sultan' alias orang kaya. Foto: Pexels
Ilustrasi ‘sultan’ alias orang kaya. Foto: Pexels

Dalam laporan yang diterima, harga ganti rugi tanah proyek tersebut sebesar Rp680 ribu per meter persegi. Ganti rugi di Desa Kaliuntu ternyata ada tiga bidang lahan dari tiga pemilik yang luasnya 0.562 hektare.

Kemudian di Desa Wadung ada 42 bidang dengan 37 pemilik, total luasnya mencapai 10.273 meter persegi. Terakhir, di Desa Sumurgeneng yang baru saja memborong mobil, ada 79 bidang tanah dengan 59 pemilik dengan total luasnya 21.410 meter persegi.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close