Hobi

Tanaman umbi porang, dulu ditinggalkan sekarang kembali diburu

Tanaman umbi porang kembali populer. Siapa sangka, umbi yang pernah tak dilirik ini bisa membuat petani ini jadi miliarder. 

Petani porang tersebut berasal dari desa Kepel, Jawa Timur. Dia kaya raya berkat porang tanamannya sukses diekspor, dia menjadi kaya raya. Dan sekarang, ada banyak petani yang punya mimpi sama. Kaya.

Jika kamu juga ingin menggeluti dunia ekspor porang, maka perlu bagimu untuk mempelajari tanaman yang satu ini. Ilmu yang harus dipahami tersebut, seperti definisi porang, cara budidaya porang, dan harga jualnya. Bahkan, porang ini bisa memiliki nilai jual lebih tinggi saat diekspor ke mancanegara.

Apa itu tanaman umbi porang?

Porang adalah tanaman yang dikenal dengan nama iles-iles dan tanaman tersebut yang diambil hasilnya adalah umbinya. Ada banyak sekali manfaat umbi ini dalam kehidupan manusia, seperti kosmetik, penjernih air, bahan baku pembuat lem, tepung, dan lain sebagainya. Sebagian besar negara yang ingin membelinya adalah Jepang.

Umbi porang. Foto: Media Tani
Umbi porang. Foto: Media Tani

Kamu tahu sendiri bahwa industri kosmetik di sana sangat digemari oleh banyak kaum hawa. Kebutuhan porang untuk penelitian di Jepang juga cukup tinggi. Umbi tersebut mengandung senyawa glucomanan. Senyawa itu merupakan serat alami yang bisa larut dalam air. Sebagian besar tanaman ini dipakai sebagai bahan aditif makanan yakni emulsifier. 

Bahkan umbi porang ini juga bisa dipakai untuk membuat suatu komponen dari pesawat. Tanaman ini mudah tumbuh di berbagai kondisi tanah selama kawasan tersebut berada di ketinggian 0 sampai 700 mdpl. Petani bisa saja melakukan budidaya tanaman ini di lahan hutan. Ada banyak negara lainnya yang juga mau membeli porang, seperti Tiongkok, Vietnam, dan Australia. 

Budidaya tanaman umbi porang

Berangkat dari kisah petani yang menjadi miliarder, Pemerintah Jawa Timur kini berusaha menggalakkan gerakan menanam porang. Selama ini pengelolaan dari tanaman tersebut hanya dilakukan oleh Lembaga Masyarakat Desa Hutan saja. 

Namun sekarang gerakan menanam tersebut menjadi lebih luas. Tidak banyak orang yang mengetahui manfaat porang, hanya saja sudah lama menjadi komoditas unggulan kawasan Jawa Timur. Bisa dikatakan hampir 100% berhasil diekspor. 

Paidi, petani umbi porang yang mendadak kaya raya. Tangkapan layar Youtube Paidi Porang Official
Paidi, petani umbi porang yang mendadak kaya raya. Tangkapan layar Youtube Paidi Porang Official

Harga umbi 2020

Harga tanaman tersebut sekarang sekitar Rp10-13 ribu per kilogram. Hanya dengan 100 Kg porang, petani sudah mengantongi lebih dari Rp1 juta. 

Sebagai perkiraan, dalam 1 hektare lahan bisa ditanam 6 ribu bibit dan bisa menghasilkan 23 ton porang. Paling tidak, kami bisa mendapatkan penghasilan kotor Rp60 jutaan dengan waktu tanam 18-24 bulan. 

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close