Trending

Tangguhnya perempuan jalani peran yang kompleks saat pandemi Covid-19

Pandemi Covid-19 yang sudah berlangsung lebih dari satu tahun di Indonesia berdampak pada semua lini kehidupan serta bagi semua orang, termasuk para perempuan. Pada masa pandemi Covid-19, perempuan menjadi sosok yang tangguh dengan menjalankan berbagai peran yang berbeda-beda di keseharian.

Asisten Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Anak, Perempuan dan Pemuda Kemenko PMK, Rosdiana Iskandar mengatakan, saat pandemi perempuan menjalankan setidaknya tiga peran.

Peran pertama adalah di keluarga dengan menjadi ibu dengan memenuhi kebutuhan keluarga, perawatan keluarga dengan membimbing atau mengedukasi dalam penerapan protokol kesehatan, dan melakukan tugas domestik rumah tangga. Selain itu, di keluarga, perempuan yang telah memiliki anak yang sekolah juga berperan sebagai pengajar karena memberikan pengajaran kepada anak yang sekolah dari rumah.

Lalu, perempuan juga berperan dalam pekerjaan dengan membantu ekonomi keluarga dengan bekerja. Hal itu dilakukan sebagian perempuan karena sang suami yang mengalami penurunan pendapatan atau bahkan di-PHK dari pekerjaannya akibat terdampak Covid-19.

“Kemudian peran di masyarakat dengan membawa perubahan sosial terkait pengetahuan dan kedisplinan soal kesehatan di masyarakat,” kata Rosdiana dalam Talkshow RiiSE Accor Hotels Indonesia di Mercure Jakarta Cikini, Jumat 11 Juni 2021.

Kerentanan perempuan di masa pandemi Covid-19

Talkshow RiiSE Accor Hotels Indonesia. Foto: Hops.ID/Dii
Talkshow RiiSE Accor Hotels Indonesia. Foto: Hops.ID/Dii

Selain harus menjalani banyak peran, di masa pandemi ini juga perempuan memiliki beberapa kerentanan yang bisa mengancam. Pertama adalah kerentanan kehilangan pekerjaan, kemudian meningkatnya kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

“Angka KDRT meningkat, tapi di pandemi ini meningkatnya tajam sekali,” terang Rosdiana.

Rosdiana juga mengatakan, perempuan rawan terpapar Covid-19. Bahkan sebagian besar tenaga kesehatan yang terpapar Covid-19 adalah nakes perempuan.

Untuk mengatasi masalah gender yang kerap merugikan perempuan itu lah, Rosdiana mengatakan pemerintah memiliki sederet program. Misalnya saja program bimbingan perkawinan, yang mengharuskan orang yang ingin menikah mengikuti pelatihan pra-nikah.

Dengan program tersebut tentunya diharapkan pasangan yang menikah nantinya bisa saling memahami kehidupan pernikahan, saling mengisi, melengkapi hingga tak melakukan KDRT atau kekerasan seksual kepada pasangan.

Selain itu, langkah lain yang disiapkan Kemeko PMK untuk isu gender yang kerap merugikan perempuan adalah siap membahas Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU PKS) dengan DPR RI.

“Kami sudah siap bahas RUU PKS. Sudah ada draft-nya. RUU PKS ini sangat rigid, misalnya tentang kekerasan seksual itu termasuk di dalamnya pembahasan soal pemaksaan kontrasepsi,” jelas Rosdiana lagi.

Dalam acara tersebut, Rosdiana meminta doa dan harapan agar RUU PKS bisa masuk Prolegnas Prioritas dan dibahas dengan legislator hingga sah, dengan harapan bisa menjadi jawaban atas isu gender yang kerap merugikan perempuan.

Peran Accor terhadap perempuan di masa pandemi

Hotel group Accor. Foto: IHGMA
Hotel group Accor. Foto: IHGMA

Dalam acara tersebut, jaringan hotel Accor juga mengiyakan soal betapa tangguhnya sosok perempuan di masa pandemi Covid-19, dengan menjalankan berbagai peran yang berbeda-beda.

“Peran perempuan jauh lebih kompleks dibandingkan pria di masa pandemi,” kata Director of Talent & Culture Accor Hotels Indonesia, Faris Setiabudi.

Maka itu, lanjut Faris, jaringan hotel Accor sangat menghargai perempuan. Sejumlah program diadakan untuk menghargai perempuan, salah satunya adalah program RiiSE, kata Faris.

Selain itu, jaringan hotel Accor juga memberikan bantuan di masa pandemi ini kepada ribuan karyawannya. Bahkan saat pandemi, para petinggi Accor tidak membagi dividen, dan itu justru diberikan untuk para karyawannya.

Faris menjelaskan, untuk jaringan di Indonesia saja, sudah jutaan dolar digelontorkan untuk bantuan para karyawan Accor di masa pandemi Covid-19. Faris mengatakan, sebagai salah satu bentuk dukungan Accor terhadap sosok perempuan, karyawan perempuan yang sedang hamil atau memiliki anak kecil diberikan jumlah bantuan yang lebih banyak saat pandemi ini.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close