Trending

Duh! Tangkap ratusan demonstran, polisi malah dapat pasien corona

Aksi demonstrasi Omnibus Law yang terjadi di beberapa wilayah Jakarta, membuat polisi mengamankan ratusan demonstran yang menolak pengesahan UU tersebut.

Cilakanya dari ratusan demonstran Omnibus Law yang berhasil diamankan, polisi justru mendapati dua pasien positif corona yang tak lain merupakan salah satu massa dari aksi demonstrasi yang diamankan saat akan menuju Gedung DPR, Senayan Jakarta.

Penangkapan pasien positif corona tersebut dibenarkan Kapolres Metro Jakarta Barat, Kombes Pol Audie Latuheru yang berhasil mengamankan 127 demonstran Omnibus Law dari arah Jakarta Barat akan menuju ke Gedung DPR RI.

Demonstran tolak Omnibus Law
Demonstran tolak Omnibus Law Foto: Antaranews

Penahan tersebut, dilakukan polisi untuk mengamankan adanya aksi di gedung tersebut, saat penangkapan dilakukan, polisi langsung melakukan pemeriksaan kesehatan dengan cara swab seluruh demonstran.

Dari hasil pemeriksaan tersebut, diketahui dua orang demonstran positif terkena virus corona. Keduanya langsung berstatus sebagai pasien aktif, dan dibawa ke puskesmas setempat oleh Gugus Tugas Kecamatan untuk selanjutkan melakukan tes PCR.

Baca juga: Cuma dua cara ini yang bisa jegal Omnibus Law

Sedangkan ratusan demonstran yang berhasil ditahan sebelum melakukan unjuk rasa diamankan ke beberapa polsek di Jakarta Barat. Mengingat jumlahnya yang cukup banyak sehingga pembinaan disebar ke beberapa polsek untuk selanjutnya diserahkan ke orang tuanya.

Demonstran tolak Omnibus Law
Demonstran tolak Omnibus Law. Foto: Antara.

Audie menambahkan, selain mengamankan ratusan demonstran dengan dua orang positif corona. Anggotanya juga menahan beberapa demonstran Omnibus Law yang menggunakan perlengkapan seragam Satpol PP.

Pendemo tersebut menurutnya diamankan di perempatan Cengkareng.  Pendemo tersebut adalah Farhan, pemuda tanggung yang pada saat terjaring menyamar menggunakan seragam dan atribut Satpol PP lengkap di tengah 77 pemuda lainnya yang dihadang menuju Gedung DPR RI.

Tak hanya itu, demonstran Omnibus Law juga banyak yang ditangkap saat akan melakukan perjalanan menuju Senayan. Dalam pemeriksaan yang dilakukan, beberapa orang diketahui membawa senjata tajam jenis clurit.

Demonstran tolak Omnibus law
Demonstran tolak Omnibus law Foto: Antara

“Mereka mau ke Gedung DPR/MPR, tapi peralatan yang mereka bawa sama sekali tidak menunjukkan mereka mau sampaikan aspirasi. Ada yang bawa celurit ada yang nyamar jadi Satpol PP,” ujar Audie Latuheru seperti dikutip Hops dari Antara. Rabu 7 September 2020.

Sebelumnya keputusan Omnibus Law yang diketuk palu oleh DPR, menimbulkan polemik karena dinilai tidak berpihak pada kaum pekerja. Keputusan tersebut lantas membuat gerakan aksi demonstrasi di beberapa wilayah seperti Bandung, Jakarta, Serang dan beberapa wilayah lain.

Tak hanya kalangan mahasiswa dan pelajar, aksi demonstrasi Omnibus law juga dilakukan langsung oleh buruh pabrik yang berada di beberapa wilayah khususnya Jawa barat. Langkah ini sebagai aksi penolakah terhadap keputusan yang telah dibuat pemerintah karena akan merugikan para pekerja.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close