Hot

Teddy mulai ngotot dapatkan warisan Lina, kini gandeng 10 pengacara

Teddy, suami almarhumah Lina Jubaedah kembali muncul dengan kisah mengejutkan. Sempat hilang pasca dirilisnya hasil autopsi Lina, Teddy kini muncul dengan meng-gandeng 10 pengacara.

Ke-10 pengacara itu di-gandeng Teddy untuk mengurus warisan Lina yang berjumlah Rp10 miliar lebih. Salah satunya adalah soal kos-kosan 32 pintu yang disebut-sebut akan diwariskan ke Putri, anak Lina dari pernikahan dengan Sule.

Baca Juga: Polisi: Kendaraan nunggak pajak dua tahun bakal berstatus bodong

Dari pengakuan Teddy yang ditemui di Bandung, Jawa Barat, untuk membangun kos-kosan tersebut ada uangnya yang ikut andil senilai setengah miliar rupiah. Belum lagi untuk merenovasi dengan total nilai Rp150 juta.

“Ada yang pertama dulu di Bank BJB, Rp500 juta itu buat kekurangannya. Lalu buat renovasi itu sekitar Rp150 juta juga,” kata Teddy disitat saluran Youtube SILET, Rabu 11 Maret 2020.

Kemunculan Tedy meng-gandeng 10 pengacara untuk memperjuangkan warisan Lina, sedikit bertolak belakang dengan pengakuannya dulu. Ketika kematian Lina menyisakan polemik panas dengan keluarga almarhumah.

Lantas mengapa ketika menyangkut soal warisan Lina, Teddy justru menggunakan jasa pengacara. Benarkah Teddy ingin memperjuangkan haknya di harta peninggalan almarhumah Lina?

“Dari awal saya enggak sewa pengacara karena saya enggak merasa bersalah. Saya juga memberi maaf buat a Iki (Rizky Febian) atas laporannya, ya sudahlah enggak dibikin masalah berlarut-larut panjang. Karena dari kasus hasil autopsi dari kepolisian sudah negatif, enggak ada hasilnya,” kata Teddy.

“Kemarin kasusnya sudah ditutup. Cuma sekarang karena saya awam langsung tunjuk kuasa hukum buat beres. Kalau saya yang maju takut salah lagi,” kata Teddy lagi.

Teddy: Ada hak saya

Kos-kosan peninggalan almarhumah Lina memang bukan kos-kosan biasa. Setidaknya ada 32 pintu di kos-kosan tersebut. Dengan uang sewa Rp600 ribu per bulannya. Jika ditotal untuk penghasilan kotor dari kos-kosan itu termasuk iuran listrik dan air, disebut Teddy mencapai Rp250 sampai Rp300 juta per tahunnya.

Akan menjadi sesuatu yang mahfum jika kemudian Teddy mulai ngotot ingin perjuangkan warisan Lina dengan meng-gandeng 10 pengacara.

Di luar itu aset tanah yang ditinggalkan almarhumah Lina, tanah yang dimiliki cukup luas. Untuk sekadar melihat patok-patok tanahnya saja di tiap sudut, butuh waktu cukup lama untuk berjalan kaki.

Teddy juga sempat memperlihatkan beberapa aset Lina, yang ia sebut ada bagian hak untuk dirinya.

Baca Juga: Kritik pedas Australia soal penanganan corona di Indonesia

“Ini sudah hampir ada setahun lebih lah enggak ke sini (tanah kosan warisan Lina). Waktu itu ada pasangan yang cerai lalu dijual murah dan dibeli Lina. Maaf agak berantakan karena yang ngontrak kebanyakan mahasiswa. Ini sebulan Rp600 ribuan.” kata Teddy.

Saat Teddy memilih menggandeng 10 pengacara untuk meluruskan soal warisan almarhumah, di lain kisah, Sule mantan suami Lina masih larut dalam kesendiriannya.

Sempat dikabarkan akan melepas masa lajangnya dengan seorang pramugari, ternyata rencana itu kandas di tengah jalan. Dan kepada Raffi Ahmad, Sule sempat berbagi ceritanya. Dia mengaku baru akan menikah kalau semua anak-anaknya telah hidup bahagia dan memberi restu untuknya.

“Ada kalanya kita bebas, bebas nih enggak ada yang marahin, enggak ada yang cemburu, enggak da yang bla-bla-bla. Tapi ketika udah di kamar, terus gue lagi makan sendiri, anjir enggak ada yang nyiapin, gue butuh perhatian. Gue terus aja merhatiin anak sekolah,” kata Sule.

“Belum lah (cari istri baru). Kalau kepikiran iya, belum untuk ke arah situ lah. Gue pengen anak-anak bahagia dulu lah,” kata Sule lagi.

Topik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close